Abdurrahman: Dulu Politik Uang Vulgar, Sekarang Masyarakat Mulai Sadar
|
Lumajang - Abdurrahman, warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan sosialisasi demokrasi yang dilakukan oleh Bawaslu Lumajang. Ia menyebut bahwa sebelum adanya kegiatan ini, warga sering bertanya-tanya sesama tetangga tentang apa sebenarnya tugas dan fungsi Bawaslu.
“Kami disini sering tanya-tanya, ‘Bawaslu itu apa sih?’ Sekarang kami jadi tahu bahwa Bawaslu itu punya jajaran dari pusat sampai tingkat TPS,” ungkapnya usai mengikuti kegiatan.
Abdurrahman menceritakan bahwa pemahaman tentang adanya pengawasan dalam pemilu sangat membuka wawasan masyarakat, terutama tentang pentingnya menjaga pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, dengan kehadiran pengawas di tiap tingkatan, masyarakat kini bisa lebih berani melapor jika menemukan pelanggaran. Ia pun berharap kehadiran pengawas pemilu bisa menekan praktik politik uang yang selama ini kerap terjadi di kampungnya.
“Masyarakat di sini sudah lama tahu bahwa politik uang itu ada, tapi dulu tidak tahu harus lapor ke siapa. Sekarang, setelah tahu ada pengawas sampai ke tingkat desa, kami merasa lebih terlindungi,” katanya.
Abdurrahman juga bercerita bahwa praktik politik uang yang dulu terkesan vulgar, kini mulai meredup karena masyarakat mulai sadar dan pengawasan makin ketat. Ia berharap kondisi ini bisa terus ditingkatkan demi menciptakan pemilu yang lebih bersih.
Sementara itu, Siti Mudawiyah, anggota Bawaslu Lumajang yang membidangi Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, dalam sosialisasi tersebut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas pemilu. Ia menjelaskan bahwa memilih pemimpin yang bebas dari praktik korupsi dimulai dari menolak politik uang.
“Masyarakat punya kekuatan besar dalam menjaga integritas pemilu, salah satunya dengan melaporkan pelanggaran,” jelasnya dalam sesi edukasi.
Kegiatan sosialisasi yang digelar Bawaslu Lumajang ini menjadi wadah penting bagi warga desa terpencil seperti Supiturang untuk memahami mekanisme pemilu secara utuh. Dengan edukasi langsung dan bahasa yang mudah dipahami, masyarakat kini lebih siap berpartisipasi dalam pengawasan demokrasi. Program ini diharapkan terus berlanjut agar kesadaran politik masyarakat di wilayah pinggiran semakin meningkat.
Penulis & Foto : Ella Luma