Bawaslu Lumajang Bakal Sasar Pesantren Lain, Fokus Edukasi Pemilih Pemula
|
Lumajang - Bawaslu Kabupaten Lumajang memastikan program pengawasan partisipatif tidak berhenti di Desa Krai. Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiati, mengatakan sosialisasi serupa akan diperluas ke sejumlah pesantren lain di wilayah Lumajang. Langkah itu dilakukan untuk memaksimalkan peran publik dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu sejak dini.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu yang digelar di Ponpes Bustanul Ulum Krai, Jumat (8/8). Menurut Lutfiati, pesantren memiliki basis massa yang besar dan strategis.
“Sosialisasi seperti ini rencananya tidak hanya akan dilaksanakan di Desa Krai saja, namun juga di beberapa lokasi pesantren lain di Lumajang,” ujarnya.
Ia menyebut, mayoritas santri di pesantren merupakan pemilih pemula yang membutuhkan pemahaman mengenai kepemiluan.
“Pesantren dikenal memiliki basis pemilih yang banyak dan sebagian besar adalah pemilih pemula. Oleh sebab itu penting bagi Bawaslu pada masa non-tahapan seperti ini untuk banyak melakukan sosialisasi,” tegasnya.
Lutfiati menambahkan, Bawaslu ingin memastikan kualitas Pemilu ke depan lebih baik dibanding sebelumnya. Edukasi, kata dia, menjadi kunci agar masyarakat siap berperan aktif dalam pengawasan.
“Tujuannya jelas, agar Pemilu yang akan datang jauh lebih baik, lebih partisipatif, dan lebih berintegritas,” ungkapnya.
Sosialisasi di Ponpes Bustanul Ulum ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bawaslu bersama masyarakat untuk memperkuat pengawasan partisipatif di akar rumput. Ke depan, Bawaslu Lumajang menargetkan kegiatan serupa digelar rutin hingga masa tahapan Pemilu dimulai.
Penulis : Ella Luma
Foto : Din's