Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lumajang Buka Ruang Kolaborasi di Masa Non-Tahapan, Dorong Literasi Demokrasi Bersama Kampus

stih

Lumajang - Bawaslu Kabupaten Lumajang terus mengoptimalkan peran kelembagaan di masa non-tahapan dengan membuka ruang kolaborasi bersama dunia akademik, salah satunya melalui tindak lanjut kerja sama dengan STIH Jenderal Sudirman Lumajang.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Lumajang, M. Syarifudin Lubis, menegaskan bahwa masa non-tahapan menjadi momentum strategis untuk memperkuat literasi demokrasi di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

“Pada masa non-tahapan, kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, seperti literasi demokrasi, sosialisasi pengawasan pemilu, penelitian, hingga kunjungan mahasiswa. Ini bagian dari upaya membangun kesadaran pengawasan partisipatif,” jelasnya.

Lubis menambahkan, berbeda dengan masa tahapan pemilu yang sarat dengan agenda pengawasan, ruang kolaborasi pada masa non-tahapan menjadi lebih fleksibel dan dapat dikembangkan secara lebih inovatif.

Salah satu program yang ditawarkan adalah “Bawaslu Mengajar”, di mana jajaran Bawaslu dapat terlibat langsung sebagai pengajar untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa terkait tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu.

“Kami ingin mendekatkan Bawaslu kepada publik, khususnya mahasiswa, agar mereka tidak hanya memahami pengawasan saat pemilu, tetapi juga peran strategis Bawaslu secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu berharap dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih inklusif dengan melibatkan unsur akademisi sebagai mitra strategis dalam penguatan demokrasi.

Penulis & Foto : Ella Luma