Bawaslu RI Luncurkan Aplikasi 'FAVORIT', Totok Hariyono: Bukti Bawaslu Terus Bekerja Mengawal Demokrasi!
|
Lumajang – Bawaslu Republik Indonesia resmi menginstruksikan seluruh jajaran pengawas Pemilu di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk mengintensifkan gerakan Konsolidasi Demokrasi. Langkah strategis ini diperkuat dengan peluncuran aplikasi pelaporan digital bernama FAVORIT, yang wajib digunakan oleh seluruh pimpinan dan staf pengawas Pemilu dalam merekam kerja-kerja pengawasan di lapangan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, saat memimpin Rapat Konsolidasi Demokrasi yang digelar secara daring via Zoom Meeting bersama Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia, 30 April 2026. Kegiatan ini menindaklanjuti Instruksi Nomor 2 tentang Pelaksanaan Tugas Konsolidasi Demokrasi dan Instruksi Nomor 5 terkait Pelaporan Tugas Konsolidasi Demokrasi.
"Konsolidasi Demokrasi ini adalah jawaban nyata atas kritik yang menyebut Bawaslu tidak bekerja atau menghamburkan uang negara di luar tahapan pemilu. Melalui gerakan ini, kita buktikan kepada publik bahwa Bawaslu terus bekerja mengawal kedaulatan rakyat, mendiskusikan isu-isu demokrasi, sekaligus menyiapkan pondasi yang lebih kuat menuju Pemilu 2029," tegas Totok Hariyono di hadapan ribuan pengawas pemilu se-Indonesia.
Totok menjelaskan, gerakan Konsolidasi Demokrasi ini bersifat non-budgeter atau tanpa anggaran khusus. Kendati demikian, seluruh pimpinan Bawaslu di daerah diwajibkan memenuhi standar minimum kinerja, yakni melaksanakan minimal 3 kali kegiatan diskusi atau konsolidasi terkait isu demokrasi dalam seminggu.
Kehadiran aplikasi FAVORIT yang berhasil dibangun oleh tim internal dalam kurun waktu kurang dari 7 hari, akan menjadi instrumen utama Bawaslu RI untuk memantau performa, frekuensi aktivitas (mingguan/bulanan), tema diskusi, sasaran kelompok, hingga dokumentasi realisasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga capaian individu. Selain sebagai bentuk akuntabilitas publik, data primer yang terekam dalam aplikasi ini juga akan menjadi salah satu instrumen evaluasi dalam proses pemilihan pimpinan Bawaslu di masa mendatang.
Penulis : Ella Luma
Foto : Miela