Cangkrukan Demokrasi: Meracik Strategi, Menyulam Kepercayaan Publik
|
Surabaya – Anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang, M. Syarifudin Lubis dan Moh. Farhan mengikuti kegiatan diskusi rutin bertajuk Cangkrukan Demokrasi, sebuah forum daring yang digelar oleh Bawaslu Jatim yang mempertemukan Bawaslu dari 38 kabupaten/kota se-Jatim untuk berbagi gagasan dan pengalaman seputar pengawasan pemilu.
Diskusi yang telah memasuki seri kelima ini berlangsung pada Selasa (15/7), dengan menghadirkan empat narasumber dari empat Bawaslu kabupaten/kota yang mengangkat isu-isu strategis dalam pengawasan kepemiluan.
Acara dibuka oleh Koordinator Divisi Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati. Dalam sambutannya, Dwi Endah menyampaikan apresiasi atas konsistensi seluruh Bawaslu kabupaten/kota yang terus aktif mengikuti diskusi ini.
Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan menghadapi pemilu mendatang menyusul ditetapkannya putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemisahan pemilu nasional dan daerah.
“Dengan tahapan pemilu yang akan semakin panjang menuju 2029, mari kita tetap semangat dan memperkaya literasi kepemiluan agar pengawasan kita semakin kuat dan bermakna,” ujarnya.
Diskusi kali ini menyoroti beragam tema aktual. Agus Hariyanto, anggota Bawaslu Kabupaten Pacitan, mengangkat topik tentang ‘penggunaan teknologi dalam pengawasan Pemilu’, menekankan pentingnya inovasi digital agar pengawasan semakin efektif dan efisien.
Sementara itu, Anita Setia dari Bawaslu Kabupaten Ngawi berbagi strategi dalam ‘meningkatkan kepercayaan publik’ terhadap kinerja Bawaslu melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan edukatif kepada masyarakat.
Zahid dari Bawaslu Kabupaten Pasuruan menyoroti urgensi ‘data terbuka dalam pengawalan demokrasi', menekankan bahwa transparansi data menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan pemilih dan mencegah kecurangan.
Sementara itu, Suryadi dari Bawaslu Kabupaten Pamekasan membawakan materi mengenai ‘evaluasi kinerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)’, serta tantangan dalam menyediakan layanan informasi publik yang cepat, akurat, dan akuntabel.
Forum Cangkrukan Demokrasi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi praktik baik, tetapi juga memperkuat koordinasi antarwilayah dalam menyambut tantangan pengawasan ke depan. Dengan pendekatan informal namun substansial, Bawaslu Jatim berharap diskusi semacam ini mampu membangun budaya pengawasan yang kolaboratif, terbuka, dan responsif terhadap dinamika demokrasi lokal maupun nasional.
Penulis & Foto : Ella Luma