Lompat ke isi utama

Berita

Dokumen Pasca-Pemilu Melimpah, Bawaslu Lumajang Gandeng Dinas Kearsipan untuk Perawatan Data

to

Lumajang - Bawaslu Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan sosialisasi dan penguatan ilmu kearsipan dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang, Kamis (11/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang media center Bawaslu Lumajang ini bertujuan untuk membenahi, merawat, dan mengoptimalkan sistem pengelolaan dokumen kelembagaan, khususnya dokumen krusial pasca-penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan arsip di lingkungan Bawaslu Lumajang perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Kehadiran perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yakni Abdul Rohman dan Iva, diharapkan mampu memberikan pemahaman baru serta solusi teknis terkait tata kelola arsip yang modern dan standar.

"Alhamdulillah, kita kedatangan rekan-rekan dari Dinas Kearsipan dalam rangka penguatan ilmu tentang arsip. Kita tahu kearsipan kita bisa dikatakan masih kurang kuat. Oleh karena itu, kekurangan ini kita benahi bersama-sama. Melalui sosialisasi ini, Dinas Kearsipan akan membagikan pengalaman dan teknik agar ke depan kita lebih mudah dalam mengelola arsip," ujar Lutfiati saat membuka acara.

Lutfiati menekankan bahwa dokumen dan data pasca-Pemilu memiliki nilai vital dan volume yang sangat besar. Dokumen-dokumen tersebut tidak boleh dimusnahkan secara sembarangan karena sewaktu-waktu dapat dibutuhkan untuk keperluan hukum, riset, maupun transparansi publik.

"Dokumen pasca-Pemilu itu sangat banyak dan tidak serta-merta bisa langsung dimusnahkan. Kita harus mengantisipasi jika ada peserta Pemilu yang membutuhkan data, atau untuk keperluan penelitian dan riset bersama. Di sinilah pentingnya kita berbagi informasi mengenai bagaimana cara mengelola, menata, menentukan jangka waktu penyimpanan, hingga teknik pemusnahan arsip yang benar," tambah Lutfiati.

Lebih lanjut, Lutfiati yang berlatar belakang pendidikan Sejarah membagikan pengalamannya saat mengakses Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional RI yang telah menerapkan digitalisasi dan mikrofilm untuk merawat dokumen kuno. Ia berharap, Bawaslu Lumajang secara bertahap dapat beralih dari metode perawatan manual ke sistem yang lebih canggih.

"Dulu, pengalaman saya merawat buku atau arsip secara manual itu menggunakan kapur barus agar tidak dimakan ngengat. Bahkan kalau membaca arsip lama itu baunya khas sekali sampai harus pakai masker. Sekarang di ANRI sudah canggih, menggunakan mikrofilm dan katalog digital. Kita ingin tahu bagaimana penerapan kearsipan di Lumajang, dan ke depan kita harapkan arsip Bawaslu juga bisa diarahkan ke digitalisasi agar awet dan mudah diakses kapan saja," pungkasnya.

Melalui kegiatan sharing dan koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran staf Bawaslu Kabupaten Lumajang dapat langsung mengimplementasikan teknik penataan dan pengawetan arsip secara profesional, demi menjaga rekam jejak pengawasan pemilu yang akuntabel di Kabupaten Lumajang.

Penulis : Ella Luma

Foto : Re