Lompat ke isi utama

Berita

Kurma Bawaslu: Mudawiyah Ajak Umat Bingkai Politik dengan Iman di Bulan Ramadhan

2702

Siti Mudawiyah, mengajak masyarakat memandang politik secara lebih jernih dan bermartabat melalui nilai-nilai keimanan

Lumajang - Anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang, Siti Mudawiyah, mengajak masyarakat memandang politik secara lebih jernih dan bermartabat melalui nilai-nilai keimanan. Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Kuliah Ramadhan Bawaslu (Kurma Bawaslu) yang digelar pada Jumat (27/2/2026) sebagai bagian dari penguatan literasi demokrasi di bulan suci.

Dalam pemaparannya, Siti menegaskan bahwa politik kerap dianggap kotor dan memecah belah. Padahal, menurutnya, jika dijalankan dengan nilai iman dan ketakwaan, politik justru menjadi jalan menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat dan berkeadilan.

“Sering kali politik itu dianggap kotor dan memecah belah. Padahal kalau dijalankan dengan nilai iman, politik itu indah. Ia adalah jalan untuk mengatur kehidupan agar lebih bermartabat dan berkeadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Politik adalah sarana untuk berlaku jujur, melindungi yang lemah, serta menegakkan keadilan. Ia pun mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pemimpin yang penuh kasih, tegas dalam prinsip, namun tetap lembut dalam akhlak.

Menurut Siti, Ramadhan menjadi momentum refleksi bahwa kekuasaan tanpa ketakwaan hanya akan melahirkan kedzaliman. Sebaliknya, kekuasaan yang dibingkai keimanan akan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. “Politik menjadi indah ketika diniatkan sebagai ibadah. Caranya santun dan tujuannya untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam Islam merupakan sunatullah. Namun, saling menghormati adalah perintah agama, dan permusuhan adalah hal yang dilarang. Oleh karena itu, ruang demokrasi harus dijaga dengan etika dan akhlak yang baik.

Menutup kuliah Ramadhannya, Siti mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan bulan suci ini sebagai pembuktian bahwa umat beriman mampu berpolitik dengan akhlak, bersuara dengan adab, dan memilih dengan hati yang jernih. “Karena politik yang indah lahir dari iman yang hidup dan lidah yang dijaga,” pungkasnya.

Melalui Kurma Bawaslu, Bawaslu Kabupaten Lumajang terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif yang tidak hanya berbasis regulasi, tetapi juga berlandaskan moralitas dan spiritualitas, demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Lumajang.

Pebulis dan Foto : Ella Luma