Siapkan Rekrutmen Tenaga Alih Daya 2025, Radheteryan: Kita Butuh Orang yang Siap Kerja dan Siap Belajar
|
Lumajang — Di tengah dinamika kelembagaan pascapengangkatan sejumlah tenaga pendukung menjadi ASN PPPK, Bawaslu Kabupaten Lumajang bersiap menambal kekosongan posisi penting di lingkungan sekretariatnya. Divisi SDM dan Organisasi, yang kini dikomandoi oleh Radheteryan Firdiyansyah, tengah menyiapkan teknis rekrutmen tenaga alih daya untuk tahun anggaran 2025.
Radheteryan menyampaikan, proses rekrutmen ini menjadi bagian dari penataan sumber daya manusia pasca perubahan struktur pegawai yang cukup signifikan di tubuh Bawaslu Lumajang.
“Kita sedang beradaptasi dengan fase baru. Beberapa posisi yang dulu diisi oleh tenaga pendukung kini kosong karena sudah beralih status menjadi ASN PPPK. Maka perlu segera diisi agar kerja kelembagaan tetap berjalan optimal,” ujarnya saat memimpin diskusi internal Divisi SDMO, Selasa (26/08/2025).
Ia menekankan, proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai arahan Bawaslu RI, baik dalam hal prosedur maupun standar kompetensi yang dibutuhkan. “Kami pastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan berbasis kebutuhan kerja. Prinsipnya, tenaga alih daya yang diterima harus siap kerja sekaligus siap belajar,” tegasnya.
Menurut Radheryan, keberadaan tenaga alih daya bukan hanya soal memenuhi kekosongan administratif, melainkan juga bagian dari strategi memperkuat tata kelola kelembagaan yang efektif di masa non-tahapan Pemilu. Ia menilai, fleksibilitas dan profesionalitas menjadi dua hal utama yang wajib dimiliki oleh setiap calon tenaga baru.
“Kita tidak sedang mencari orang yang sekadar bisa bekerja, tapi mereka yang bisa tumbuh bersama lembaga. Tantangan ke depan semakin kompleks, jadi adaptabilitas itu kunci,” katanya.
Diskusi yang dipimpin Radheryan berlangsung hangat dan produktif. Sejumlah masukan muncul dari staf dan koordinator sekretariat, terutama soal efektivitas penempatan tenaga alih daya di bidang-bidang teknis seperti keuangan, kehumasan, dan pengawasan.
Ia juga menyinggung pentingnya memperkuat kultur kerja kolaboratif di lingkungan sekretariat. “Kita ingin rekrutmen ini tidak sekadar formalitas pengisian posisi, tapi menjadi momentum untuk menata ulang semangat kerja. Bahwa setiap orang yang masuk harus membawa energi baru bagi Bawaslu Lumajang,” ujar Radheteryan.
Di akhir arahannya, Radheteryan mengingatkan bahwa dinamika kelembagaan adalah hal yang wajar dan justru menjadi ruang pembelajaran bagi semua pihak.
“Bawaslu ini bukan hanya tempat bekerja, tapi ruang pengabdian. Maka siapa pun yang akan bergabung nanti harus punya semangat yang sama — bekerja dengan integritas dan hati,” tutupnya.
Dengan kesiapan matang dalam proses rekrutmen dan semangat pembaruan yang diusung Divisi SDMO, Bawaslu Lumajang menatap tahun 2025 sebagai momentum penataan sumber daya manusia yang lebih solid, adaptif, dan berintegritas, selaras dengan semangat pengawasan Pemilu yang profesional dan berkelanjutan.
Penulis : Ella Luma
Foto : Din's