Bawaslu Jatim Dorong Transparansi Melalui Peer Learning Pelayanan Informasi dan Hukum
|
Lumajang - Bawaslu Jatim terus melakukan upaya untuk memperkuat kapasitas kelembagaan melalui forum Peer Learning. Pada pelaksanaan kegiatan yang ke-6 yang berlangsung pada Kamis (2/10/2025) tersebut mengusung tema “Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Pelayanan Informasi Hukum Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) sebagai wujud merawat demokrasi untuk Bawaslu terpercaya”.
Ini menjadi ruang belajar bersama antarjajaran Bawaslu Kabupaten/Kota. Melalui forum ini, peserta didorong untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola keterbukaan informasi publik, transparansi hukum, serta dokumentasi kelembagaan.
“PPID dan JDIH bukan sekadar perangkat administratif. Di baliknya ada semangat untuk membuka akses informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu,” ujar Dwi Endah Prasetyowati, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, sekaligus pendamping pilot project untuk PPID dan JDIH di Jatim.
Menurut Endah, transparansi informasi adalah bagian dari tanggung jawab moral Bawaslu dalam menjaga demokrasi tetap sehat. “Ketika masyarakat mudah mendapatkan informasi yang akurat dan terbuka, maka ruang spekulasi dan misinformasi bisa ditekan. Itu bagian dari pengawasan partisipatif yang kita rawat bersama,” katanya.
Bawaslu Kabupaten Lumajang, salah satu peserta forum, menegaskan bahwa keterbukaan informasi tak boleh dipandang sebagai kewajiban administratif semata. “Ini soal tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Lumajang sendiri sudah sejauh ini sudah berusaha memberikan layanan informasi terbaik untuk masyarakat,” ujar Moh. Farhan, Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Jawa Timur berharap seluruh jajaran pengawas pemilu di tingkat kabupaten/kota dapat mengelola PPID dan JDIH secara lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan publik. Sebab, di era keterbukaan informasi, demokrasi yang tepercaya hanya bisa tumbuh di atas pondasi transparansi.
Penulis : Ella Luma
Foto : Miela