Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jatim Rayakan Korpri: Dari Abdi Dalem Menuju ASN Pengawas yang Adaptif

0112

Ketua Bawaslu Jatim A. Warits mengingatkan kembali akar sejarah Korpri

Surabaya - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54 yang digelar Bawaslu Jawa Timur berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Vasa Surabaya, Senin pagi (1/12/2025). Seluruh ketua, anggota, dan kepala sekretariat Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur hadir memenuhi ruangan, termasuk jajaran Bawaslu Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Jatim A. Warits mengingatkan kembali akar sejarah Korpri. Usia 54 tahun menandakan organisasi itu lahir pada 1971, sebuah rentang panjang yang menurutnya membentuk karakter aparatur negara.

“Korpri adalah rumah nilai dan norma. Dari sinilah tindakan dan perilaku kita sebagai abdi dalem dan abdi rakyat harus bertolak,” kata Warits di hadapan ratusan peserta.

Warits menekankan bahwa birokrasi modern tak lagi sekadar menjaga administrasi, tapi menghadirkan pelayanan publik yang adaptif. Karena itu, ia mendorong Korpri di lingkungan Bawaslu memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Moto kita adalah modernisasi fasilitasi. Itu berarti kompetensi SDM menjadi pondasi. ASN Bawaslu harus melek literasi politik, memahami catatan peristiwa, dan mampu membaca dinamika demokrasi yang terus berubah,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga netralitas dan integritas menjelang agenda pemilu serentak berikutnya. Dalam konteks ini, Warits menegaskan bahwa ASN pengawas pemilu harus menjadi teladan perilaku birokrasi yang bersih.

“Integritas bukan slogan. Ia hadir dari cara kita bekerja, berinteraksi, dan memberi pelayanan,” katanya.

Usai upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, memberikan tanggapan atas pesan Warits. Menurutnya, penguatan nilai ASN yang disampaikan ketua provinsi itu relevan dengan kebutuhan kerja pengawasan di daerah.

“Apa yang beliau sampaikan adalah pengingat penting. Modernisasi pelayanan dan peningkatan kapasitas SDM itu bukan pilihan, tapi keharusan. Bagi kami di daerah, terutama dalam menghadapi tahapan pemilu, literasi politik pegawai sangat menentukan kualitas kerja pengawasan,” ujar Lutfiati.

Ia menambahkan bahwa semangat Korpri menjadi energi moral bagi jajaran Bawaslu Lumajang untuk terus memperbaiki tata kelola lembaga.

“Kami melihat ini sebagai momentum mempertegas komitmen bekerja bersih, disiplin, dan melayani publik dengan lebih baik,” katanya.

Penulis : Ella Luma
Foto : Krisna