Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Lumajang Laksanakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak 2024 bagi Penyandang Disabilitas

ppdi

Bawaslu Kabupaten Lumajang menggelar acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2024 bagi Penyandang Disabilitas. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (24/10/24) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya peran serta penyandang disabilitas dalam pengawasan pemilu, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam Pemilu Serentak yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang.

Dalam sambutannya, AZ. Mashuri, selaku PPK Bawaslu Kabupaten Lumajang, mengungkapkan pentingnya partisipasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam setiap tahapan Pemilu.

“Kegiatan hari ini adalah Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak 2024 bagi Penyandang Disabilitas. Kita semua mengetahui bahwa pada 27 November 2024, seluruh warga Kabupaten Lumajang akan melaksanakan pencoblosan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Harapannya, melalui sosialisasi ini, kami dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, keluarga, tetangga, dan saudara-saudara kita, sehingga tingkat partisipasi pemilu di Lumajang mendekati angka 99%,” ujarnya.

Mashuri menambahkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 65 orang peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas dan para pendamping. Ia juga menyampaikan harapan agar penyandang disabilitas dapat aktif berpartisipasi dalam pengawasan pemilu, sehingga pemilu 2024 berjalan dengan transparan dan sesuai dengan ketentuan.

Sambutan dilanjutkan oleh M. Syarifuddin Lubis, Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Lumajang, yang menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses pemilu, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengawas.

“Hari ini kami sangat bangga dapat menyelenggarakan acara ini yang memang dikhususkan untuk teman-teman disabilitas. Kami sudah merencanakan acara ini jauh-jauh hari, dan kami berterima kasih kepada bapak narasumber yang berkenan hadir di tengah-tengah kita, meskipun lokasi acara ini memang memiliki keterbatasan akses bagi teman-teman yang menggunakan kursi roda. Mohon maaf atas kekurangan yang ada,” ungkapnya.

Syarifuddin juga mengajak teman-teman disabilitas untuk berperan lebih aktif dalam proses pemilu, baik sebagai pemilih yang sah maupun sebagai bagian dari penyelenggara pemilu. Ia menyarankan agar penyandang disabilitas yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) segera melakukan pengecekan dan memastikan keikutsertaannya dalam pemilu 2024.

“Apakah teman-teman sudah terdaftar di DPT? Kalau belum, segera daftar. Teman-teman bisa cek melalui DPT online menggunakan NIK masing-masing,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran penting generasi muda, termasuk penyandang disabilitas muda, yang bisa turut serta dalam menjadi penyelenggara pemilu.

“Kaum muda, termasuk teman-teman disabilitas muda, bisa berperan lebih aktif dalam penyelenggaraan pemilu. Tentu saja ada persyaratan yang harus dipenuhi, namun kesempatan ini sangat terbuka untuk semua,” katanya.

Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bapak Fourzan, pemateri yang memberikan penjelasan terkait pengawasan partisipatif dalam pemilu, serta bagaimana penyandang disabilitas dapat berperan aktif dalam proses ini. Fourzan mengajak peserta untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan pengawasan pemilu dan bagaimana setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, bisa ikut serta dalam memastikan pemilu berjalan jujur dan adil.


Kegiatan sosialisasi ini semakin meriah dengan penampilan musik dari grup Alista, yang terdiri dari teman-teman penyandang disabilitas. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menambah semangat peserta untuk terus aktif dalam mendukung pemilu yang lebih inklusif dan partisipatif.

“Terimakasih banyak kepada grup musik Alista yang telah menghibur kita semua dengan penampilan yang luar biasa. Semoga ini dapat menambah semangat kita untuk lebih aktif dalam pemilu 2024,” tambah M. Syarifuddin Lubis.

Acara ditutup dengan harapan besar agar Pemilu 2024 menjadi lebih inklusif bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Bawaslu Kabupaten Lumajang berharap partisipasi penyandang disabilitas dapat meningkat, baik sebagai pemilih yang aktif maupun sebagai pengawas yang turut menjaga jalannya pemilu yang bersih dan transparan.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan penyandang disabilitas tidak hanya dapat menggunakan hak pilihnya dengan bebas, tetapi juga ikut serta mengawasi jalannya pemilu, memastikan proses demokrasi yang lebih baik dan inklusif.

Penulis : Dincs

Foto : Zul