Bawaslu Lumajang dan STIH Jenderal Sudirman Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan SDM Pengawasan
|
Lumajang - Komitmen memperkuat pengawasan demokrasi dan penegakan hukum pemilu di daerah kian nyata. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lumajang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman pada Kamis (16/10/2025).
Kerja sama ini bertujuan menciptakan sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi akademik dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berupaya membangun ekosistem pengawasan yang berbasis ilmiah dan partisipatif.
“Tujuan dari perjanjian kerja sama ini adalah menjalin hubungan kemitraan yang saling menguntungkan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan, serta mewujudkan sinergi dalam program bersama,” ujar Lutfiati, Ketua Bawaslu Lumajang, dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kerja sama ini akan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memastikan adanya kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas masing-masing pihak.
Sementara itu, Ketua STIH Jenderal Sudirman, Dr. Jati Nugroho, S.H., M.Hum, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Pihaknya menilai bahwa kolaborasi antara lembaga negara dan institusi pendidikan merupakan langkah penting dalam membangun budaya riset dan praktik hukum yang lebih kontekstual dengan dinamika pengawasan pemilu di daerah.
“Kami berterima kasih atas kunjungan dan kerja sama dari Bawaslu Kabupaten Lumajang. Ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, terutama dalam ruang lingkup pengembangan kompetensi SDM melalui program magang, KKN tematik, maupun kegiatan Bawaslu Mengajar. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberi ruang bagi dosen untuk melakukan penelitian terkait kepemiluan,” ungkap Jati Nugroho
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya membuka ruang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian di bidang kepemiluan, tetapi juga memberi kesempatan bagi para dosen untuk berkontribusi melalui riset akademik yang relevan dengan pengawasan pemilu. “Kami berharap sinergi ini menjadi pintu bagi pengembangan riset-riset hukum pemilu dan partisipasi akademisi dalam menjaga integritas demokrasi,” tambahnya.
Langkah Bawaslu Lumajang menggandeng perguruan tinggi dianggap strategis untuk memperluas basis pengetahuan dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu. Melalui kerja sama berkelanjutan, Bawaslu dan STIH Jenderal Sudirman berharap tercipta kultur akademik yang aktif dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur, dan adil.
Penulis : Ella Luma
Foto : Miela