Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lumajang Dorong Penguatan Kelembagaan Lewat Diskusi Publik

Aston

Lumajang – Bawaslu Kabupaten Lumajang menggelar diskusi publik bertema “Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Produk Hukum Bawaslu Kabupaten/Kota dalam Mengawal Demokrasi” di Hotel Aston Inn Lumajang, Kamis (11/09/2025).

Acara ini menjadi ajang penguatan kapasitas kelembagaan sekaligus wadah komunikasi antara Bawaslu, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, dalam laporannya menyebut kegiatan ini bertujuan meneguhkan peran Bawaslu dalam mengelola keterbukaan informasi publik sekaligus memperdalam pemahaman masyarakat tentang produk hukum pengawasan.

“Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan, membangun komunikasi yang lebih baik antara Bawaslu dengan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pemilu yang berintegritas, transparan, dan bermartabat,” ujar Prajna.

Diskusi publik tersebut diikuti perwakilan organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, unsur penyelenggara pemilu, serta jajaran pemerintah daerah. Hadir pula unsur Forkopimda, mulai dari Kejaksaan Negeri Lumajang, Polres Lumajang, Kodim 0821, Bakesbangpol, Diskominfo, dan Dinas Pendidikan.

Menurut Prajna, forum ini tak sekadar ruang berbagi pengetahuan, melainkan juga strategi untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan isu keterbukaan informasi dan hukum pemilu.

“Penguatan kelembagaan ini adalah bagian dari komitmen Bawaslu Lumajang agar mampu menjadi institusi yang terbuka, akuntabel, sekaligus dipercaya masyarakat,” kata dia.

Prajna juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan Anggota Bawaslu Lumajang, Forkopimda, serta seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan, keberhasilan menjaga demokrasi membutuhkan kerja bersama lintas sektor, bukan hanya tugas pengawas pemilu semata.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, yang menegaskan bahwa Bawaslu berkomitmen menjadi “rumah demokrasi” untuk masyarakat.

Penulis : Ella Luma

Foto : Rere