Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lumajang Jajaki Kerja Sama Pengawasan Partisipatif dengan STAI Miftahul Ulum

staim

Bangun kolaborasi pengawasan partisipatif berbasis kampus dan pesantren untuk wujudkan demokrasi berintegritas

Lumajang - Bawaslu Kabupaten Lumajang terus memperluas jejaring pengawasan partisipatif dengan menggandeng kalangan kampus dan pesantren.

Kali ini, lembaga pengawas pemilu itu melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Lumajang, Selasa (30/9/2025), untuk membahas rencana kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengawasan partisipatif di kalangan mahasiswa.

Rombongan Bawaslu Lumajang yang dipimpin oleh Ketua Lutfiyati, didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Siti Mudawiyah, serta tim sekretariat, diterima hangat oleh jajaran pimpinan STAI Miftahul Ulum.

Hadir dalam pertemuan itu Imam Zarkasi, S.Pd., M.M. (Wakil Rektor II), Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I. (Wakil Rektor III), dan Imam Bayhaki, S.Pd.I., M.H. (Dekan Fakultas Syariah dan Ushuluddin).

Lutfiyati menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Bawaslu Lumajang untuk menumbuhkan kesadaran politik dan partisipasi aktif masyarakat kampus serta pesantren dalam menjaga integritas Pemilu.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bagian dari pengawas demokrasi. Nilai-nilai moral dan intelektual yang tumbuh di kampus seperti Miftahul Ulum ini sangat relevan dengan semangat pengawasan partisipatif,” ujar Lutfiati.

Ia menegaskan, MoU ini nantinya akan menjadi payung kerja sama yang konkret, mencakup pelatihan kepemiluan, riset partisipatif, hingga program pendidikan politik berbasis pesantren dan kampus.

Sementara itu, Siti Mudawiyah, yang membidangi hukum dan penyelesaian sengketa, menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dan pesantren akan memperkuat ekosistem pengawasan Pemilu yang lebih berintegritas dan berbasis pengetahuan.

“Mahasiswa dan santri adalah motor moral masyarakat. Ketika mereka ikut mengawasi, maka pengawasan menjadi lebih hidup, lebih dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Pihak STAI Miftahul Ulum menyambut baik inisiatif tersebut. Dr. H. Zainuddin menilai kerja sama dengan Bawaslu Lumajang dapat membuka ruang baru bagi sivitas akademika untuk berperan dalam pembangunan demokrasi yang sehat dan berkeadaban.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang Pemilu, tapi juga pendidikan karakter politik bagi mahasiswa kami. Ini langkah mulia yang patut kami dukung,” kata Zainuddin.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rektorat itu diakhiri dengan pembahasan teknis rencana penandatanganan MoU dan agenda tindak lanjut berupa sosialisasi pengawasan partisipatif di lingkungan kampus.

Melalui inisiatif ini, Bawaslu Lumajang berharap dapat melahirkan “relawan demokrasi” dari kalangan muda yang kritis, cerdas, dan berkomitmen menjaga kejujuran Pemilu — dari ruang kuliah hingga bilik suara.

Penulis : Ella Luma
Foto : Kunang