Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lumajang Masuk Lapas, Menyisir Suara Di Balik Jeruji

Lapas

Lumajang - Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang menjadi sasaran uji petik dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan kedua tahun 2025. Bawaslu Lumajang melakukan pengecekan langsung ke lapas untuk memastikan validitas data penghuni sebagai bagian dari pengawasan tahapan berkelanjutan meskipun Pemilu belum dalam waktu dekat.

Anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang, M.S. Lubis, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan potensi masalah data pemilih di TPS khusus. Ia bersama timnya, Selasa (29/7), menemui Kepala Sub Seksi Registrasi Lapas, Endra Suwartono, untuk memperoleh informasi mutakhir mengenai jumlah penghuni lapas dan domisili asal mereka.

“Lapas itu berbeda dengan lokasi TPS khusus lainnya. Tingkat dinamika datanya lebih tinggi, sehingga sinkronisasi dalam PDPB seperti yang kami lakukan ini menjadi sangat penting, meskipun tahapan Pemilu masih cukup lama,” ujar Lubis yang juga Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Lumajang.

Data yang diperoleh menunjukkan fluktuasi jumlah penghuni yang signifikan. Menurut Endra Suwartono, penghuni Lapas Kelas II B Lumajang per Juli 2025 telah mencapai 808 orang.

“Saat Pilkada lalu tercatat 756 penghuni. Sekarang sudah lebih dari 800, dan sekitar 50 persen di antaranya berasal dari luar kota,” kata Endra.

Ia menambahkan, seluruh penghuni merupakan warga usia dewasa yang berhak memilih. Dengan kondisi tersebut, proses verifikasi data di TPS khusus seperti lapas menjadi salah satu titik krusial dalam pengawasan PDPB.

Hal ini untuk memastikan tidak ada pemilih ganda atau yang terlewatkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) nantinya. Bawaslu menilai, pembaruan data ini perlu mendapat perhatian serius dari penyelenggara di tingkat daerah.

Bawaslu Lumajang menargetkan seluruh temuan dari uji petik ini akan dirangkum dalam laporan evaluatif untuk disampaikan ke KPU sebagai masukan perbaikan data pemilih. Mereka juga berharap sinergi dengan pihak lapas terus berjalan baik demi mendukung akurasi pemutakhiran data pemilih di wilayah khusus tersebut.

Penulis & Foto : Ella Luma