Bawaslu Lumajang Sasar Kampus Pesantren Terbesar untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Lumajang - Bawaslu Kabupaten Lumajang mulai menggerakkan langkah strategis menuju Pemilu 2029. Salah satunya dengan menggandeng kalangan kampus dan pesantren untuk memperluas basis pengawasan partisipatif. Selasa (30/9/2025), jajaran Bawaslu Lumajang berkunjung ke Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Lumajang, salah satu pesantren terbesar di wilayah tersebut.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiyati, bersama Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Siti Mudawiyah, serta tim sekretariat. Mereka diterima oleh pimpinan STAIM, di antaranya Imam Zarkasi, S.Pd., M.M. (Wakil Rektor II), Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I. (Wakil Rektor III), dan Imam Bayhaki, S.Pd.I., M.H. (Dekan Fakultas Syariah dan Ushuluddin).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Siti Mudawiyah menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu di STAIM bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran politik berbasis pesantren. Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
“STAIM ini salah satu pesantren terbesar di Lumajang, dengan jumlah santri sekitar enam ribu orang. Dari sini, kita bisa menggerakkan sebagian masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan partisipatif, sebagai langkah awal menuju Pemilu 2029,” ujar Mudawiyah.
Ia menambahkan, potensi STAIM semakin strategis karena memiliki jurusan hukum, yang dinilainya sejalan dengan fungsi dan tugas Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi.
“Adanya jurusan hukum membuat kampus ini sangat relevan. Kami ingin berbagi materi dan pengalaman tentang kepemiluan, agar mahasiswa punya perspektif hukum dan etika dalam politik,” kata Mudawiyah.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiyati, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari perluasan jejaring pengawasan partisipatif di kalangan akademisi dan komunitas pesantren. Ia berharap, kesadaran kritis mahasiswa dapat menjadi energi baru dalam mengawal demokrasi yang jujur dan berkeadilan.
“Kampus dan pesantren adalah dua kekuatan moral masyarakat. Jika keduanya bergerak bersama, maka demokrasi lokal akan semakin kuat dan berintegritas,” ujar Lutfiati.
Rencana kerja sama antara Bawaslu Lumajang dan STAIM mencakup program pelatihan kepemiluan, kuliah umum, serta kegiatan riset kolaboratif tentang pengawasan partisipatif. MoU resmi dijadwalkan akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Penulis : Ella Luma
Foto : Miela