Bawaslu Lumajang Soroti Perbedaan Sikap Antarlembaga, Radheteryan: “Publik Bisa Bingung Hadapi Hoaks”
|
Lumajang – Anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang, Radheteryan Firdyansyah, menyoroti potensi kebingungan publik akibat perbedaan sikap antar lembaga pengawas Pemilu di daerah dalam merespons isu hoaks. Hal itu ia sampaikan setelah menanggapi film pendek pada gelaran Arisan Film Bawaslu Jatim yang menampilkan kisah seorang siswa SMP menyebarkan berita demo tanpa sumber kredibel.
Film tersebut menggambarkan situasi di mana Bawaslu Lumajang bersikap tegas menolak dan memperingatkan bahaya hoaks, sementara di sisi lain Bawaslu dari daerah lain justru digambarkan permisif dan membiarkan informasi menyesatkan beredar tanpa koreksi.
Radheteryan menilai, perbedaan sikap seperti itu dapat menimbulkan dampak serius di tengah masyarakat.
“Jika satu lembaga tegas kontra terhadap hoaks, tapi lembaga lain justru membiarkan, masyarakat akan sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” tegas Radheteryan.
Menurutnya, lembaga pengawas Pemilu harus satu suara dalam melawan disinformasi, terlebih menjelang kontestasi demokrasi yang rentan dipenuhi propaganda, polarisasi, hingga manipulasi opini publik.
Ia menambahkan, literasi digital merupakan benteng pertama bagi masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi. Karena itu, pelajar seperti dalam film yang menjadi bahan diskusi perlu mendapat pembekalan sejak dini tentang cara memverifikasi informasi.
“Generasi muda harus tumbuh sebagai pemilih cerdas yang tidak mudah dikelabui. Memilah sumber, mengecek kebenaran, dan tidak tergesa membagikan berita adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki di era digital,” lanjutnya.
Melalui kegiatan Arisan Film, Radheteryan menilai diskusi-diskusi kritis semacam ini dapat memperluas perspektif para pengawas Pemilu di semua tingkatan. Ia berharap, hasil dialog dan perbedaan argumentasi di forum dapat memperkuat kesadaran kolektif untuk bersikap tegas, seragam, dan edukatif dalam memerangi hoaks di masyarakat.
Penulis : Ella Luma
Foto : Martha