Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Malang Uji Coba Pengolahan Data, Lumajang Bersiap Mengadaptasi

irin

Lumajang - Bawaslu Kabupaten Malang menjadi pionir penguatan kelembagaan bidang pengolahan data di Jawa Timur. Melalui proyek percontohan (pilot project), lembaga ini merancang sistem yang mampu menyulap data mentah menjadi informasi terstruktur untuk memetakan potensi kerawanan pemilu.

“Pengolahan data tidak lagi berhenti pada tumpukan form. Ia harus bisa memberi gambaran umum kondisi pengawasan dan penanganan pelanggaran secara utuh,” ujar M. Hazairin, anggota Bawaslu Malang, saat menjadi pemateri dalam acara peer learning Penguatan Kelembagaan Volume 5 bertema pengolahan data yang digelar Bawaslu Jawa Timur, Senin (29/09/2025).

Dalam paparannya, Hazairin menekankan bahwa metode pengolahan data kini diuji dengan tiga pendekatan yakni manual, hybrid (gabungan manual dan kecerdasan buatan), serta full Large Language Model (LLM).

“Manual itu valid, tapi memakan waktu lama. Hybrid lebih adaptif, sementara full LLM membuka peluang analisis prediktif, meski tetap butuh kontrol manusia,” katanya.

Proyek ini lahir dari kebutuhan standar operasional yang jelas. Bawaslu Malang memetakan potensi kerawanan menggunakan 61 indikator dari konstruksi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Hasilnya, dimensi kontestasi politik menyumbang kerawanan terbesar, mencapai 96,23 persen. Angka itu menegaskan bahwa persaingan antar kandidat menjadi titik rawan paling dominan.

Sementara itu Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Lumajang, Moch. Farhan yang mengikuti acara secara daring, menyatakan siap mengadopsi sistem ini bila uji coba di Malang selesai.

“Kami melihat ini sebagai terobosan penting. Kalau sudah matang, tentu bisa diterapkan di Bawaslu kabupaten/kota lain di Jawa Timur,” ujar Farhan.

Dengan sistem baru ini, Bawaslu di daerah diharapkan tak lagi hanya merekap data, tapi juga menghadirkan analisis berbasis bukti yang tajam. Sebuah upaya, kata Hazairin, untuk menjadikan pengawasan pemilu lebih cerdas dan responsif.

Penulis & Foto : Ella luma