Lompat ke isi utama

Berita

Belajar Dari Bangkalan, Bawaslu Lumajang Siap Menguatkan Manajemen Internal Jajarannya

bkl

Lumajang - Penguatan manajemen kelembagaan dan penataan tata kelola internal tak lagi sekadar jargon. Bawaslu Jawa Timur menjadikannya agenda prioritas melalui program peer learning yang digelar Senin (22/9/2025) secara daring. Kabupaten Bangkalan dipilih sebagai lokasi pilot project untuk menguji penerapan sistem pengawasan berbasis manajemen risiko.

Dalam rancangan tersebut, Bawaslu Bangkalan menekankan empat strategi: penguatan koordinasi internal, transfer pengetahuan antardivisi, kajian regulasi kepemiluan secara berkala, serta disiplin menjalankan timeline kegiatan. Pendekatan ini dipaketkan dalam istilah Aksi Gokil—akronim dari Akselerasi Selaras, Gerakan Optimalisasi, dan Komunikasi Internal.

“Pilot project ini menjadi ruang belajar bersama. Bangkalan menjadi contoh bahwa penguatan kelembagaan tidak bisa setengah hati. Kami ingin memastikan setiap kegiatan punya standar operasional prosedur, evaluasi, dan identifikasi risiko yang jelas,” kata Ahmad Mustain Saleh, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan.

Sejumlah agenda sudah dijalankan. Mulai dari rapat pimpinan untuk memetakan rencana kerja bulanan, kegiatan Ngaji Regulasi Kepemiluan, hingga evaluasi berkala setiap akhir bulan. Targetnya, dalam tiga bulan rancangan ini rampung dan bisa direplikasi Bawaslu kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiati yang turut hadir dalam forum tersebut menanggapi bahwa apa yang dilakukan oleh Bangkalan bisa menjadi contoh dan diadaptasi untuk penguatan internal lembaga.

“Meski saat ini untuk wilayah tapal kuda kita difokuskan pada penguatan JDIH dan PPID namun, hal-hal lain seperti yang dilakukan oleh Bangkalan bisa kita lakukan juga di Lumajang sambil menunggu arahan resmi terkait penerapan hasil pilot project”, jelasnya.

Penulis dan Foto : Ella Luma