Lompat ke isi utama

Berita

Belajar Dari Cangkrukan, Bawaslu Lumajang Perkuat Kepercayaan lewat Kolaborasi

0411

Bawaslu Lumajang ikuti Cangkruan Demokrasi ke-15 untuk memperkuat kolaborasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas Pemilu.

 

Lumajang - Di tengah tantangan menjaga marwah pengawas Pemilu, Bawaslu Lumajang memaknai kolaborasi bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata. Dua jajaran utamanya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, M. Syarifudin Lubis, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Moh. Farhan, menjadi bagian dari peserta Cangkruan Demokrasi seri ke-15 yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring, Senin (3/11/2025).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dwi Endah Prasetyowati, Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Jatim, mengusung tema penguatan kolaborasi dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu. Dalam sambutannya, Dwi Endah menegaskan bahwa Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri.

“Bawaslu harus berkolaborasi dengan KPU, media, lembaga pendidikan, komunitas, hingga organisasi masyarakat. Tujuannya jelas, agar kepercayaan publik pada lembaga pengawas Pemilu semakin kuat,” ujarnya.

Dari Lumajang, M. Syarifudin Lubis memandang pesan itu sebagai refleksi penting bagi seluruh jajaran pengawas di daerah.

“Membangun kepercayaan publik bukan hanya soal hasil kerja, tapi tentang kedekatan dan konsistensi. Kolaborasi dengan berbagai pihak adalah jembatan untuk menghadirkan Bawaslu yang terbuka dan dipercaya,” kata Lubis.

Senada dengan itu, Moh. Farhan menilai Cangkruan Demokrasi menjadi ruang tukar gagasan yang relevan, terutama di era ketika persepsi publik terhadap lembaga negara sangat mudah terbentuk lewat media sosial.

“Kami belajar banyak dari pengalaman daerah lain. Bahwa komunikasi publik yang baik dan sinergi dengan mitra strategis mampu memperkuat legitimasi Bawaslu di mata masyarakat,” tutur Farhan.

Cangkruan Demokrasi edisi ke-15 ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai daerah, di antaranya Anggota Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi Anggota Bawaslu Probolinggo, Tola' Edi, Anggota Bawaslu Pasuruan, Ahmad Toifur Arif, dan Anggota Bawaslu Ponorogo, Sulung Muna Rimbawan.

Bagi Bawaslu Lumajang, forum semacam ini bukan hanya ruang belajar, tapi juga momentum memperkuat komitmen kolektif, menjaga integritas, membuka ruang partisipasi, dan menumbuhkan kembali kepercayaan publik melalui kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan.

Penulis : Ella Luma
Foto : Din's