Lompat ke isi utama

Berita

Belajar dari Jatim: Bawaslu Lumajang Asah Kapasitas Bendahara Satker

pitut

Bendahara Bawaslu Kabupaten Lumajang, Agustin Diana Fitri mengikuti Kegiatan yang mengangkat tema “Kewajiban Bendahara Satker” ini diikuti oleh para KPA, PPK, dan Bendahara Satuan Kerja (Satker) dari seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur

Lumajang - Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan lembaga yang akuntabel dan transparan, Bawaslu Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Coaching Clinic and Sharing Session Series secara daring melalui aplikasi Zoom pada Selasa, 23 September 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema “Kewajiban Bendahara Satker” ini diikuti oleh para KPA, PPK, dan Bendahara Satuan Kerja (Satker) dari seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Bendahara Bawaslu Kabupaten Lumajang, Agustin Diana Fitri.

Forum ini bertujuan memperkuat pemahaman aparatur pengelola keuangan mengenai peran strategis bendahara dalam menjaga kredibilitas lembaga melalui tata kelola anggaran yang tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai pemateri utama, Bendahara Bawaslu Provinsi Jawa Timur Meyta Liana, memaparkan materi teknis sekaligus berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik dalam pelaksanaan kewajiban bendahara satker. Materi yang dibahas mencakup penyusunan laporan keuangan, mekanisme pertanggungjawaban, hingga tata cara penyaluran dan penggunaan anggaran secara efektif.

Dalam arahannya, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam setiap aspek pengelolaan keuangan. Menurutnya, pengelolaan anggaran bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi wujud tanggung jawab moral terhadap kepercayaan publik.

“Bendahara satker memiliki posisi yang sangat strategis. Dari tangan mereka, akuntabilitas lembaga dijaga. Maka setiap keputusan dan langkah harus berpijak pada prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi,” tegasnya.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta dari berbagai daerah berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola keuangan satuan kerja. Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti berbagai solusi praktis untuk memperkuat sinergi antara fungsi perbendaharaan dan pengawasan internal.

Agustin Diana Fitri, yang mewakili Bawaslu Lumajang, mengapresiasi kegiatan ini sebagai ruang belajar yang sangat relevan bagi satker baru. Menurutnya, melalui forum seperti ini, para bendahara di tingkat kabupaten/kota dapat memperkuat pemahaman teknis sekaligus membangun jejaring profesional lintas daerah.

“Bagi kami, kegiatan ini menjadi bekal penting untuk memastikan pengelolaan keuangan di Bawaslu Lumajang berjalan lebih tertib, efisien, dan sesuai prinsip akuntabilitas publik,” ujar Agustin.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, Bawaslu Jawa Timur berharap seluruh satuan kerja di daerah semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan keuangan lembaga yang kompleks dan dinamis, sekaligus mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK di tahun-tahun mendatang.

Penulis : Ella Luma
Foto : Atika