CPNS Bawaslu Lumajang Ikuti Latsar, Dalami Peran Strategis Pengawasan Pemilu
|
Lumajang - Dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bawaslu Kabupaten Lumajang angkatan 2025, Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari, mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada (9/09/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Raden Sony dari Puslitbang Bawaslu RI sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan kelembagaan kepada seluruh peserta.
Dalam pemaparannya, Raden Sony menjelaskan gambaran menyeluruh mengenai peran, fungsi, dan tantangan Bawaslu dalam pengawasan Pemilu. Materi yang diberikan menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berbicara soal penindakan pelanggaran, tetapi juga mencakup kerja-kerja pencegahan, edukasi, kolaborasi, dan peningkatan partisipasi publik.
Adapun poin-poin penting materi yang diterima peserta antara lain: Peran dan kedudukan Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu sesuai amanat undang-undang, fungsi pencegahan dan penindakan pelanggaran Pemilu di setiap tahapan, Penguatan pengawasan partisipatif bersama masyarakat, kampus, komunitas, dan kelompok strategis lain, Pentingnya independensi, netralitas, dan integritas dalam menjaga marwah lembaga, Pendidikan politik publik dan literasi demokrasi sebagai bagian dari tugas kelembagaan, Tantangan pengawasan di era digital, termasuk disinformasi dan politik uang yang kian variatif.
Raden Sony dalam materinya menegaskan bahwa ASN di lingkungan Bawaslu harus memahami tugas kelembagaan secara utuh agar mampu menjalankan fungsi pengawasan secara profesional. “Pengawas Pemilu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan suara rakyat. Profesionalitas, integritas, dan independensi harus menjadi napas dalam setiap tindakan,” ujarnya.
Muhammad Fais, salah satu peserta Latsar dari Bawaslu Lumajang, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai ruang lingkup pengawasan.
“Saya semakin paham bahwa tugas Bawaslu tidak hanya hadir saat hari pemungutan suara, tetapi bekerja panjang sejak pra-tahapan, tahapan, hingga pasca Pemilu,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Nindhy Afriskha yang menilai materi tersebut menjadi bekal moral dan intelektual bagi CPNS. “Kami belajar bahwa menjadi bagian dari Bawaslu berarti siap menjaga demokrasi dan berpegang pada integritas,” ucapnya.
Penulis : Ella Luma
Foto : Faiz