Dari Pelajaran ke Tindakan: Bawaslu Jatim Bersiap Diri Menuju Pemilu 2029
|
Surabaya - Warits tak menampik bahwa pengalaman Pemilu 2024 adalah pelajaran penting. Banyak hal yang perlu ditata ulang, dari koordinasi antar divisi, pengambilan keputusan, hingga sistem informasi yang mendukung pengawasan.
“Kami ingin menjadikan pemilu 2029 sebagai puncak dari reformasi ini,” ungkap Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits dalam sambutannya pada acara kick off penguatan kelembagaan, di Vasa Hotel Surabaya, (19/08/2025).
Sekitar dua pekan sebelum peluncuran, Bawaslu Jatim telah mengundang seluruh Bawaslu kabupaten/kota untuk menyusun rencana aksi penguatan kelembagaan. Nantinya, rencana itu akan dievaluasi di akhir program untuk mengukur efektivitas implementasi.
“Kita ingin mengubah semua itu, bukan dengan retorika, tetapi dengan kerja nyata dan desain kelembagaan yang baru: lebih lincah, lebih responsif, dan lebih kolaboratif,” ucap Warits.
Meski hanya satu kabupaten/kota dijadikan pilot project di setiap aspek, Warits menekankan bahwa semua daerah boleh bahkan dianjurkan untuk meniru dan menyesuaikan.
“Program ini bukan milik provinsi semata. Ini milik kita bersama. Dan kami butuh dukungan semua mitra strategis untuk ikut mengawal pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia menyoroti berbagai kendala yang selama ini terus berulang: lemahnya verifikasi keuangan, konflik antardivisi, hingga minimnya citra publik terhadap Bawaslu sebagai penjaga demokrasi di luar tahapan pemilu.
Karena itu, Warits mengajak seluruh jajaran agar tidak melihat program ini sebagai kegiatan rutin biasa.
“Lihatlah ini sebagai ruang perubahan. Momentum membangun ulang cara kita bergerak, berkoordinasi, dan hadir di tengah masyarakat.”
Dengan reformasi kelembagaan yang dipancang hari ini, ia berharap Bawaslu mampu menjaga demokrasi, tak hanya pada masa pemilu, tapi setiap hari, dalam senyap, tanpa jeda.
Penulis & Foto : Ella Luma