Lompat ke isi utama

Berita

Dorong Kreativitas di Tengah Efisiensi Anggaran, Bawaslu Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi di Bawaslu Kab/Kota

1

Kreatif di tengah keterbatasan! Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini, ajak seluruh jajaran Bawaslu se-Jatim tetap inovatif dan kolaboratif meski dalam masa efisiensi anggaran

Lumajang – Di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran, termasuk di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Anggota Bawaslu Jawa Timur, Divisi SDM dan Organisasi, Nur Elya Anggraini, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota untuk terus berinovasi dan berkarya.

Hal itu disampaikan Ely dalam Rapat Konsolidasi Organisasi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, yang digelar pada Rabu (11/06/2025) di Surabaya.

“Sepanjang tahun 2025 ini, meskipun kita sedang berada dalam masa efisiensi anggaran, jangan sampai hal tersebut mematikan kreativitas kita dalam menggerakkan lembaga. Justru di saat seperti inilah kita diuji untuk tetap produktif dan inovatif,” tegas Ely.

Menurut Alumni Universitas Jember ini, masa non-tahapan Pemilu adalah waktu yang tepat untuk melakukan penguatan kelembagaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia mendorong agar setiap Bawaslu Kabupaten/Kota tidak hanya menunggu momentum pemilu, tetapi aktif melahirkan program-program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kerja kolaboratif antar Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi sangat penting. Kita bisa membunyikan program secara serempak, dalam satu semangat, untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi di masyarakat,” ujarnya.

Ely menjelaskan, semangat kerja kolaboratif itu selaras dengan Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tata Kerja dan Pola Hubungan Pengawas Pemilu, yang menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi antarlembaga pengawas Pemilu.

“Dengan program yang digerakkan bersama dan dikomunikasikan secara simultan, gaung Bawaslu akan semakin kuat di tengah masyarakat. Ini bukan hanya soal kegiatan, tapi juga tentang membangun kesadaran demokrasi melalui kerja-kerja nyata,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan pendidikan dan sosialisasi demokrasi yang telah dilakukan Bawaslu Jatim bersama komunitas masyarakat di berbagai daerah. Ely berharap jaringan komunitas tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan terus dijaga dan dikembangkan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Komunitas-komunitas yang sudah pernah terlibat dalam kegiatan pendidikan demokrasi bisa kembali disapa. Ajak mereka berdiskusi lagi, berkolaborasi lagi, dan bergerak bersama Bawaslu untuk memperkuat budaya demokrasi,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif dan kreativitas tanpa batas, Bawaslu Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperkuat peran pengawasan, bahkan di tengah keterbatasan anggaran, demi mewujudkan pengawasan Pemilu yang partisipatif, berintegritas, dan berkelanjutan.

Penulis dan Foto : Din's