Lompat ke isi utama

Berita

Fais dan Nindhy Pelajari Core Value BerAKHLAK dalam Latsar CPNS Bawaslu Secara Daring

Latsar

Kegiatan pelatihan dasar CPNS Bawaslu RI tahun 2025 yang dilaksanakan secara daring, dengan salah satu pemateri tengah menyampaikan materi melalui platform virtual.

Lumajang – 15 September 2025, dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bawaslu Kabupaten Lumajang, Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari, mengikuti pembekalan materi Core Value ASN BerAKHLAK melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin pagi. Pelatihan yang menjadi bagian dari Latihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 itu menghadirkan Hartoto, Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN), sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Hartoto menegaskan bahwa BerAKHLAK bukan sekadar slogan aparatur negara, melainkan standar moral dan kedisiplinan baru bagi ASN di seluruh Indonesia, termasuk di lingkungan Bawaslu.

“ASN tidak cukup hanya cakap kerja. Ia harus beretika, melayani dengan tulus, dan bertanggung jawab kepada publik. Itulah inti BerAKHLAK sebagai karakter aparatur modern,” ujar Hartoto dalam sesi pemaparannya.

Materi difokuskan pada tujuh nilai: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Hartoto menekankan bahwa nilai tersebut harus terlihat dalam tindakan sehari-hari, bukan hanya dalam dokumen komitmen.

“Bawaslu membutuhkan ASN yang sigap, empatik, dan tahan uji. Karena tugas pengawasan Pemilu selalu bersentuhan dengan kepentingan publik yang sangat sensitif,” tambahnya.

Fais, salah satu peserta Latsar, menyebut materi tersebut membuka perspektifnya tentang standar moral seorang aparatur. “Saya merasa lebih mantap memasuki dunia ASN. Nilai BerAKHLAK ini menjadi pengingat bahwa integritas adalah napas utama dalam kerja-kerja pengawasan,” kata Fais usai sesi pelatihan.

Senada, Nindhy menilai materi ini relevan dengan kultur kerja Bawaslu yang dituntut transparan dan terbuka. “Sebagai pengawas Pemilu, kami tidak hanya bekerja sesuai aturan, tetapi juga harus memberi rasa keadilan kepada masyarakat. Nilai BerAKHLAK menjadi kompasnya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Bawaslu Lumajang berharap para CPNS mampu menerapkan nilai BerAKHLAK dalam setiap program, pelayanan, dan interaksi dengan publik. Pembelajaran ini menjadi fondasi sebelum peserta menjalani agenda lanjutan Latsar, termasuk aktualisasi di unit kerja masing-masing.

Penulis : Ella Luma
Foto : Faiz