Gus Khozin: Bawaslu Adalah Wasit Demokrasi yang Menjaga Kejujuran Pemilu
|
Lumajang — Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, kembali tampil di depan publik sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Penyelenggaraan Pemilu yang digelar Bawaslu RI di Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.
Di hadapan warga yang memadati balai desa, pria yang akrab disapa Gus Khozin itu menekankan pentingnya peran Bawaslu sebagai penjaga keadilan dalam proses demokrasi.
“Dua orang yang duduk di depan panjenengan semua ini, Bu Lutfiati dan Bu Siti Mudawiyah, adalah wasitnya pemilu. Kalau ada dugaan pelanggaran, kecurangan, atau masalah lain, lapornya ke Bawaslu, bukan ke tempat lain,” ujarnya, disambut anggukan para peserta.
Menurutnya, posisi Bawaslu dan KPU ibarat dua sisi dari satu mata uang demokrasi. “Bawaslu adalah wasit, sementara KPU adalah penyelenggara teknis. Kalau wasitnya tegas dan adil, permainan akan berjalan baik dan hasilnya pun dipercaya,” kata Gus Khozin.
Politikus yang dikenal dekat dengan kalangan pesantren itu juga menekankan bahwa keberadaan Bawaslu merupakan wujud dari komitmen negara menjaga integritas pemilu. Ia berharap, pengawasan partisipatif yang digerakkan masyarakat menjadi benteng pertama mencegah pelanggaran.
“Kalau pemilunya baik, maka pemimpin dan wakil rakyat yang dihasilkan juga akan baik,” ucapnya menegaskan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, serta Anggota Bawaslu, Siti Mudawiyah, yang mendampingi Gus Khozin dalam sesi diskusi interaktif bersama warga. Mereka mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya pemilu agar tercipta proses yang jujur, adil, dan bermartabat.
Dengan semangat partisipasi warga dan sinergi antara lembaga pengawas serta penyelenggara, sosialisasi itu menjadi penegasan kembali bahwa demokrasi yang kuat hanya lahir dari pemilu yang bersih dan diawasi bersama.
Penulis & Foto : Ella Luma