Gus Khozin Dorong Pemilu Low Cost High Impact dan Perkuat Peran Bawaslu di Tingkat Akar Rumput
|
Lumajang - Upaya mendorong Pemilu yang berintegritas kembali disuarakan dari lingkungan pesantren. Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, H. M. Khozin, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyelenggaraan Pemilu yang efisien, berbiaya rendah, namun menghasilkan dampak besar bagi kualitas demokrasi Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai, Kabupaten Lumajang, Jumat (8/08/2025)
Dalam sambutannya, Gus Khozin menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan. “Pertama, terima kasih kepada jajaran Bawaslu. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Komisi II untuk menyerap aspirasi terkait kepemiluan,” ujarnya membuka.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Komisi II DPR RI saat ini membidangi 12 kementerian dan lembaga terkait tata kelola pemerintahan, termasuk Bawaslu, KPU, dan DKPP. Momentum tersebut, menurutnya, harus digunakan untuk memperkuat desain demokrasi agar lebih efektif.
Salah satu poin penting yang ia soroti adalah dinamika kewenangan Bawaslu pasca putusan Mahkamah Konstitusi. “Menyikapi putusan MK terkait power Bawaslu, ke depan Bawaslu akan memiliki kekuatan yang lebih,” tegasnya.
Gus Khozin menambahkan bahwa arah kebijakan fraksi juga telah ditegaskan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. “Ketum kami, Gus Muhaimin, memerintahkan kepada kami di Komisi II untuk memastikan Pemilu yang akan datang menjadi Pemilu low cost high impact,” katanya.
Baginya, regenerasi kepemimpinan nasional harus dimulai dari sistem elektoral yang sehat. “Ketika sistem Pemilu berjalan sesuai relnya, maka insyaallah pemimpin yang dihasilkan akan baik,” ujarnya.
Di hadapan para santri dan tokoh masyarakat, Khozin juga menitip pesan kebersamaan.
“Mari kita, tim Santri Milenial, tetap kompak dan jangan saling adu domba. Semua sudah saya pikirkan,” ucapnya. Ia berharap jabatannya saat ini dapat memberi manfaat luas. “Semoga dengan jabatan ini bisa menjadi tambahan amal kebaikan bagi saya ke depannya,” ujar Khozin.
Menutup sambutannya, ia turut menyinggung arah wacana politik nasional, termasuk kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah.
“Ke depan, kalau kepala daerah jadi dipilih DPRD, maka kerja Bawaslu tidak akan berat, hanya melakukan pengawasan Pemilu saja,” tuturnya. Gus Khozin kemudian menutup dengan kembali menyampaikan apresiasi. “Terima kasih atas kehadiran bapak-ibu semua dalam kegiatan hari ini,” katanya.
Kegiatan bersama Bawaslu Lumajang ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Komisi II dalam menyerap aspirasi publik di daerah terkait arah kebijakan pemilu nasional, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga demokrasi.
Penulis : Ella Luma
Foto : Din's