Hadapi Narasi “Ke Mana Bawaslu?”, Jatim Minta Humas Bergerak Cepat.
|
Lumajang - Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Rusmifahrizal Rustam, mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Bawaslu hanya dapat dibangun dengan kinerja nyata, data yang kuat, dan respons informasi yang cepat.
Hal ini disampaikan saat membuka diskusi pada Cangkrukan Demokrasi Edisi ke-14, Senin (14/10/2025), yang diikuti koordinator divisi dan staf humas serta data informasi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Bawaslu Kabupaten Lumajang.
Rusmi mengulas pengalaman Bawaslu ketika publik mempertanyakan kinerja pengawasan dalam momentum pemilu. Ia mencontohkan situasi ketika pemberitaan nasional memunculkan narasi “Ke mana Bawaslu?”.
“Saat itu publik seolah tidak melihat kerja kita. Di sinilah pentingnya data, publikasi, dan kecepatan respons sebagai bagian dari menjaga marwah lembaga,” ujarnya.
Menurutnya, humas dan datin bukan sekadar penyampai informasi, tetapi penjaga kredibilitas lembaga. Ia menekankan tiga kunci komunikasi publik sebagaimana dikutip dari Hatton, Pemimpin Redaksi New York Post: relasi, jejaring, dan komunikasi.
“Kerja kita harus terlihat, terbaca, dan terdengar. Tanpa itu, publik mengira Bawaslu diam. Padahal kita bekerja,” ujar Rusmifahrizal.
Ia mengingatkan pentingnya sinergi antara publikasi, pengelolaan data, dan substansi pengawasan agar Bawaslu tetap dipercaya, khususnya menjelang tahapan Pilkada dan Pemilu mendatang.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Rusmifahrizal sekaligus membuka kegiatan diskusi tersebut secara resmi, seraya berharap forum ini mampu melahirkan rekomendasi perbaikan dalam manajemen informasi kelembagaan.
Penulis : Ella Luma
Foto : Rere