Hadapi Serangan Buzzer, Bawaslu Siapkan Strategi Narasi Tandingan Berbasis Data
|
Lumajang – Bawaslu Jatim kembali menggelar cangkrukan edisi ke-12 yang bertajuk Diskusi Humas dan Data Informasi dalam menangani fenomena buzzer, Senin (15/09/2025) melalui zoom. Ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyusunan strategi bersama di internal Bawaslu se-Jawa Timur termasuk Bawaslu Lumajang.
Para narasumber menyadari bahwa keberadaan buzzer tidak bisa diberangus semata, namun perlu diimbangi dengan narasi tandingan yang berbasis data dan dikemas dengan gaya komunikasi yang menarik serta kredibel.
Wiwin Riza Kurnia, Anggota Bawaslu Jember misalnya, menyebut perlunya pendekatan komunikasi digital yang adaptif. “Kalau buzzer bergerak cepat dengan framing dan visual, maka kita juga harus belajar menyampaikan pesan dengan cara yang bisa diterima generasi digital,” ujarnya.
Senada, Jagat Putra Anggota bawaslu Jombang menambahkan bahwa kolaborasi antara tim kehumasan dan divisi data dan informasi (datin) menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini.
"Bukan hanya soal respons, tapi juga membangun kepercayaan publik sejak awal," katanya.
Sementara itu, Farid Achiani, Anggota Bawaslu Lamonan menekankan pentingnya pemetaan akun-akun digital yang berpotensi menjadi pengganggu informasi pemilu. Ia menyebut perlunya sistem pengawasan berbasis teknologi agar tidak kecolongan di tahapan krusial.
Terakhir, M. Hamdani, Anggota Bawaslu menambahkan, meski kontestasi politik 2029 mendatang masih lama, namun kekhawatiran terhadap buzzer politik bukan tanpa alasan. Bawaslu menyadari, di dunia maya, pertempuran opini publik tengah berlangsung sengit dan Bawaslu harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas informasi pemilu.
Penulis : Ella Luma
Foto : Dincs