Jelang Akhir Tahun, Bawaslu Lumajang Ikuti Sharing Session Vol. 2
|
Lumajang - Menjelang penutupan tahun anggaran, Plt Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, mengikuti kegiatan Sharing Session Vol. 2: Langkah-Langkah Satuan Kerja dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2025, yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Kepala Sekretariat Bawaslu Jatim Nomor 1003/KU.00/JI/10/2025 tertanggal 9 Oktober 2025, dan menjadi bagian dari rangkaian Coaching Clinic and Sharing Session Series yang dirancang untuk memperkuat kapasitas satuan kerja dalam pengelolaan keuangan menjelang tutup tahun fiskal.
Dalam sesi yang berlangsung melalui aplikasi Zoom tersebut, para peserta mendapatkan arahan teknis dan pembahasan mendalam mengenai strategi penyusunan laporan, percepatan realisasi anggaran, serta mitigasi kendala administratif yang kerap muncul di akhir tahun anggaran.
Menurut Prajna, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh proses penyerapan dan pertanggungjawaban anggaran di lingkungan Bawaslu, khususnya di tingkat kabupaten/kota, berjalan tertib dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas publik.
“Akhir tahun bukan sekadar soal menutup buku anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberi manfaat bagi lembaga dan masyarakat,” ujar Prajna usai mengikuti sesi daring tersebut.
Ia menambahkan, koordinasi dan ketepatan administrasi menjadi kunci utama agar satuan kerja dapat menyelesaikan laporan keuangan tanpa hambatan berarti. Melalui forum ini, katanya, banyak praktik baik dan pengalaman lapangan yang dapat dijadikan acuan oleh Bawaslu Lumajang dalam memperkuat tata kelola keuangan lembaga.
“Sharing Session seperti ini memberi ruang refleksi dan pembelajaran kolektif. Kami di daerah jadi lebih siap dan terarah dalam menyusun langkah konkret menghadapi akhir tahun,” tuturnya.
Prajna juga mengapresiasi inisiatif Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang konsisten mengadakan forum peningkatan kapasitas bagi satuan kerja. Menurutnya, kolaborasi dan berbagi pengalaman semacam ini adalah bentuk nyata komitmen untuk memperkuat kultur kerja yang transparan dan profesional di lingkungan pengawasan Pemilu.
“Setiap sesi selalu membuka perspektif baru. Dari sinilah kita belajar bahwa tata kelola yang baik adalah bagian dari integritas kelembagaan,” pungkasnya.
Penulis : Ella Luma
Foto : Kunang