Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Lumajang: “BerAKHLAK Harus Menjadi Nafas Baru ASN Pengawas Pemilu”

Latsar

Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiati, menegaskan pentingnya penerapan nilai Core Value ASN BerAKHLAK

Lumajang – Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, menegaskan pentingnya internalisasi nilai Core Value ASN BerAKHLAK bagi dua CPNS Bawaslu Lumajang yang tengah menjalani Latihan Dasar (Latsar) tahun 2025.

Ia menilai keikutsertaan Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari dalam pembekalan yang menghadirkan narasumber LAN merupakan langkah awal membentuk karakter ASN pengawas Pemilu yang berintegritas.

“Nilai BerAKHLAK bukan materi bersifat seremonial. Dua CPNS kami harus menghidupkannya dalam tindakan, terutama karena mereka bekerja di institusi pengawas demokrasi,” ujar Lutfiati saat dimintai tanggapan setelah sesi pelatihan daring itu berlangsung.

Menurutnya, keberadaan ASN di Bawaslu memiliki tantangan yang lebih rumit dibanding instansi umum. Bawaslu, kata dia, bekerja di ruang publik yang penuh tarik-menarik kepentingan politik, sorotan media, dan ekspektasi tinggi masyarakat terhadap keadilan Pemilu.

“Di Bawaslu, setiap keputusan bisa berdampak pada kepercayaan publik. Karena itu, integritas, empati, dan profesionalisme harus berdiri paling depan,” tuturnya.

Lutfiati mengapresiasi narasumber dari LAN yang menekankan nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam etika kerja ASN masa kini. Ia berharap materi tersebut menjadi fondasi kepribadian dalam tugas-tugas pengawasan.

“Harapan saya, Fais dan Nindhy tidak hanya cakap secara administrasi, tapi juga matang secara moral dan karakter. Pengawasan Pemilu menuntut keberanian, kejernihan, dan kejujuran, bukan sekadar kemampuan teknis,” kata Lutfiati menegaskan.

Sebagai pimpinan, Lutfiati memastikan Bawaslu Lumajang akan memberikan ruang, tuntunan, dan ekosistem kerja yang kondusif agar kedua CPNS tersebut dapat mengaktualisasikan nilai BerAKHLAK dalam kinerja sehari-hari. Ia menutup pernyataannya dengan pesan singkat namun tegas, “Jagalah integritas, dan biarkan publik melihat Bawaslu berdiri tegak atas prinsip, bukan tekanan.”

Penulis : Ella Luma
Foto : Rere