Lompat ke isi utama

Berita

Netizen Indonesia Jadi Inspirasi Dunia, Rusmi Ingatkan Pentingnya Literasi Demokrasi

rusmi

Lumajang - Aksi massa di Nepal, Thailand, dan Timor Leste memiliki benang merah yang sama yakni literasi politik dan digital. “Indonesia bahkan menjadi inspirasi, terutama bagi Nepal, yang meniru gaya protes netizen kita dalam melawan penyimpangan pemerintah,” kata Rusmi Fahrizal Rustam, anggota Bawaslu Jatim, dalam Peer Learning Volume 4 bertema Literasi Demokrasi, yang diikuti Bawaslu Lumajang serta kabupaten/kota lain se-Jawa Timur secara daring, Kamis (25/09/2025).

Rusmi menegaskan, pengaruh literasi digital tidak bisa dianggap enteng. “Ia bisa mengguncang dunia, menggerakkan massa, dan membentuk paradigma politik. Karena itu, literasi demokrasi sangat erat dengan tugas kita sebagai pengawal dan penindak demokrasi,” ujar komisioner asal Padang ini.

Ia menambahkan, penguatan literasi demokrasi yang dipimpin Dewita Hayu Shinta dengan Tulungagung sebagai pilot project diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan pemilu.

“Kalau bisa, hasil diskusi ini kita sumbangkan untuk revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 yang sedang digodok di DPR. Pemilu hanyalah alat, demokrasi tujuan akhirnya,” kata Rusmi.

Menurutnya, jargon literasi demokrasi pasca-Pilkada 2024 harus dijalankan serius oleh Bawaslu di semua tingkatan.

“Bawaslu RI selalu mengingatkan agar kita aktif memberi pendidikan dan pemahaman politik kepada masyarakat. Literasi ini benteng kita di era digital,” katanya.

Rusmi menutup dengan penekanan bahwa Bawaslu kabupaten/kota wajib serius menjalankan program. “Kalau Bawaslu Jatim saja serius, tapi masih ada komisioner kabupaten/kota yang tak hadir, tentu akan dievaluasi. Jawa Timur sudah jadi contoh nasional, jangan sampai kita sendiri lengah,” pungkasnya.

Penulis : Ella Luma

Foto : Dincs