Penguatan Kelembagaan Bawaslu Jatim 2025 Berakhir, Ini Rangkaian dan Targetnya
|
Surabaya – Sejak digelar pada Agustus 2025 kemarin, Bawaslu Provinsi Jawa Timur mencatat program besar yang digelar di 38 titik, melibatkan 2.850 peserta dan 152 narasumber dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Jatim, Yusuf, pada acara penutupan penguatan kelembagaan, di JW. Marriot Hotel Surabaya, (10/11/2025)
Yusuf melaporkan bahwa rangkaian ini merupakan agenda kedua yang digelar Bawaslu Jatim secara menyeluruh. Kegiatan dimulai dengan Kick Off pada 19 Agustus 2025 di Hotel Vasa Surabaya, dibuka oleh Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono dan dihadiri Anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowo dan Muhammad Khozin.
Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan kali ini berfokus pada 8 pilot project yang disebar di berbagai daerah. Masing-masing pilot project mengangkat tema strategis untuk meningkatkan kemampuan kelembagaan Bawaslu.
Yusuf merinci, “Akuntabilitas Keuangan di Kota Blitar, Pelayanan Informasi Hukum dan PPID di Kabupaten Probolinggo, Hubungan dan Eksistensi Kelembagaan di Kabupaten Ngawi, Pengolahan Data di Kabupaten Malang, Literasi Demokrasi di Kabupaten Tulungagung, Penguatan Manajemen dan Tata Kelola Internal di Kabupaten Bangkalan, Modernisasi Birokrasi Internal di Kota Mojokerto, dan Peningkatan Kinerja Kelembagaan di Kota Malang”.
Rangkaian kegiatan ini dimulai dari Bawaslu Kabupaten Bangkalan pada 21 Agustus 2025 dan ditutup di Bawaslu Kabupaten Madiun pada 30 Oktober 2025.
Melalui kegiatan ini, lanjut Yusuf, Bawaslu Jatim ingin memperkuat koordinasi antar unsur kelembagaan, memperdalam pemahaman regulasi, hingga meningkatkan kemampuan manajemen organisasi dan komunikasi publik.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis agar Bawaslu semakin profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait langkah penguatan kelembagaan dan pengawasan partisipatif. Para peserta juga diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh di daerah masing-masing.
Dengan berakhirnya rangkaian ini, Bawaslu Jatim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu dan memperkuat kelembagaan di seluruh tingkatan.
Sementara itu, Plt Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang Prajna Eka Puspitasari menyambut baik program ini. Ia berharap setelah seluruh rangkaian penguatan kelembagaan ini tuntas, dapat memberikan dampak yang signifikan untuk peningkatkan kinerja dan kredibilitas Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu.
“Dari 8 pilot proect ini, kami dari Bawaslu Kabupaten/Kota siap menerima dan menjalankan era kerja berbasis digitalisasi yang diusung oleh Bawaslu Provinsi”, ungkap Prajna.
Penulis : Ella Luma
Foto : Krisna