Perkuat Sinergi Pascapilkada, Bawaslu Lumajang Audiensi dengan Kapolres: Bahas Pengawasan, PSU, dan Tantangan Keamanan
|
Bawaslu Kabupaten Lumajang melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Kapolres Lumajang pada Kamis (12/6/2025) sebagai bentuk penguatan sinergi antar lembaga pascapelaksanaan Pilkada 2024. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang dan diikuti oleh jajaran komisioner, termasuk Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa dan Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja jajaran Polres Lumajang selama pelaksanaan Pilkada 2024. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru berkesempatan melaksanakan silaturahmi usai tahapan pilkada selesai.
“Alhamdulillah, Pilkada kemarin berjalan dengan aman dan kondusif berkat sinergi luar biasa bersama Polres Lumajang, khususnya melalui jajaran Kasat Intelkam. Kami awalnya berada di zona merah, namun berkat koordinasi yang solid, Lumajang dapat keluar dari situasi rawan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan pengawasan Pilkada yang didominasi oleh dinamika di media sosial serta meningkatnya laporan dugaan pelanggaran dari platform digital. Bahkan, Bawaslu Lumajang berhasil melakukan penindakan terhadap praktik politik uang di wilayah Jatiroto yang ditangani secara tegas bersama Gakkumdu.
Selain itu, Lutfiati menginformasikan bahwa saat ini Bawaslu Lumajang tengah mempersiapkan proses transisi kelembagaan ke satuan kerja (satker), serta akan lebih masif melakukan sosialisasi partisipasi kepemiluan hingga ke tingkat desa. Mengingat ke depan kemungkinan jumlah partai akan meningkat, serta tahapan Pemilu diperkirakan dimulai pada tahun 2027.
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Zaky, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keamanan adalah PR bersama, dan dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bawaslu dan Pemkab, dalam menjaga stabilitas situasi kamtibmas.
“Benar, Lumajang sempat masuk kategori zona merah, tapi itu bukan masalah, justru menjadi alarm agar fokus pengamanan lebih maksimal. Alhamdulillah Pilkada berlangsung kondusif karena sinergitas kita dengan TNI, KPU, dan Bawaslu,” ujar Kapolres.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah bersiap menghadapi Pilkades serentak, yang tinggal menunggu regulasi resmi. Pemetaan wilayah rawan oleh intelijen sudah mulai dilakukan berdasarkan histori pelaksanaan Pilkades sebelumnya.
Sementara itu, Siti Mudawiyah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lumajang, turut menyampaikan perhatian terhadap potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam pilkada yang tergolong tinggi di beberapa daerah, seperti Magetan. Ia menyoroti lemahnya regulasi dan pendeknya masa PSU, yang menyebabkan praktik money politik sulit ditindak secara efektif.
Audiensi ini menjadi bentuk konkret dari penguatan hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan Polres Lumajang demi mewujudkan proses demokrasi yang aman, jujur, dan adil di masa mendatang.
Penulis dan Foto : Dincs