Lompat ke isi utama

Berita

Plt. Kasek Bawaslu Lumajang Berharap Latsar Meneguhkan Disiplin dan Etika Kerja ASN Bawaslu

Latsar

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, menegaskan Latsar CPNS menjadi proses pembentukan disiplin, etika, dan integritas ASN

Lumajang – Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, menilai Pelatihan Dasar (Latsar) yang diikuti dua CPNS Bawaslu Lumajang, Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari, merupakan bagian penting dari pembentukan karakter aparatur sebelum keduanya masuk ke rutinitas kerja lembaga.

Menurut Prajna, materi kelembagaan yang disampaikan oleh Raden Sony dari Puslitbang Bawaslu RI memberikan pondasi awal yang harus diterjemahkan dalam budaya kerja sehari-hari di sekretariat.

“Latsar ini bukan sekadar tahapan menuju status PNS. Ini proses pembentukan disiplin, etika, dan cara pandang ASN di Bawaslu. Di sini karakter diletakkan, sebelum bicara soal teknis pekerjaan,” ujar Prajna.

Ia menekankan bahwa tugas sekretariat tidak terpisahkan dari ruh pengawasan Pemilu. Administrasi, tata kelola, pelayanan, hingga dukungan teknis, menurutnya, harus berjalan seiring dengan prinsip integritas kelembagaan. Karena itu, pemahaman CPNS mengenai fungsi pencegahan, literasi demokrasi, hingga pentingnya independensi sebagaimana disampaikan dalam Latsar, menjadi modal awal yang tak bisa ditawar.

“Sekretariat adalah titik keseimbangan lembaga. Semua harus rapi, akurat, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Itulah mengapa ASN sekretariat harus siap bekerja dengan standar yang tinggi sejak hari pertama,” tuturnya.

Prajna juga menyoroti pesan narasumber soal tantangan di era digital dan dinamika pengawasan yang semakin cepat berubah. Baginya, tantangan itu menuntut ASN untuk adaptif, kolaboratif, dan sigap dalam merespons situasi.

“Kecepatan kerja di sekretariat harus diimbangi ketelitian dan sikap yang netral. Ini bukan pekerjaan yang bisa ditangani dengan mental yang setengah-setengah,” tambahnya.
Sebagai pimpinan kesekretariatan, Prajna memastikan pihaknya akan terus mengarahkan dan mendampingi perkembangan dua CPNS tersebut, mulai dari pembiasaan etos kerja, kepatuhan terhadap SOP, hingga evaluasi berkelanjutan.

“Kami ingin Fais dan Nindhy tumbuh sebagai ASN yang berkarakter, teliti dalam kerja, tertib dalam administrasi, dan kuat dalam integritas. Bekal Latsar ini harus menjadi pijakan kokoh sebelum mereka melangkah lebih jauh di Bawaslu,” ucapnya menutup pernyataan.

Penulis dan Foto : Ella Luma