Prajna Eka : “Core Value BerAKHLAK Harus Hidup dalam Budaya Kerja Sekretariat”
|
Lumajang – Pelatihan dasar CPNS yang diikuti Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari dinilai sebagai langkah penting dalam membangun budaya kerja sekretariat Bawaslu yang modern, akuntabel, dan berintegritas. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, seusai menanggapi pelaksanaan Latsar yang menghadirkan materi Core Value ASN BerAKHLAK dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Senin, (15/09/202).
“Nilai BerAKHLAK harus menjadi napas budaya kerja kami di sekretariat. Ini bukan hanya materi untuk diingat saat Latsar, tapi prinsip yang harus hadir dalam kebiasaan dan tindakan sehari-hari,” ujar Prajna.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi fondasi awal yang sangat krusial, karena ASN di lingkungan sekretariat Bawaslu berhadapan langsung dengan tuntutan administrasi, pelayanan publik, dan dukungan teknis untuk kerja-kerja pengawasan. Tanpa karakter yang kuat, ia menilai ASN akan mudah kehilangan arah di tengah dinamika lembaga pengawas Pemilu yang terus bergerak cepat.
“Sekretariat itu dapurnya lembaga. Semua harus rapi, transparan, tepat waktu, dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, nilai Akuntabel dan Kompeten adalah dua hal pertama yang wajib melekat pada setiap ASN kami,” tutur Prajna.
Ia juga menyoroti pentingnya sikap adaptif dan kolaboratif di era digital. Dengan proses kerja yang kini banyak mengandalkan sistem terintegrasi, koordinasi daring, serta kebutuhan publik akan layanan cepat, ASN sekretariat dituntut lebih responsif.
“Adaptif itu wajib. Tidak cukup cakap, tapi harus lincah, inovatif, dan terbuka pada perubahan,” tambahnya.
Prajna menyatakan bahwa pihak sekretariat akan mengawal perkembangan dua CPNS tersebut setelah Latsar, mulai dari pembiasaan nilai-nilai kerja hingga evaluasi berkelanjutan. Ia ingin memastikan bahwa ilmu yang diterima Fais dan Nindhy tidak berhenti di ruang Zoom, tetapi benar-benar hidup di ruang kerja.
“Tugas kami bukan hanya mencetak pegawai yang paham aturan, tetapi membentuk pribadi yang rendah hati, beretika, dan bisa dipercaya. Itu inti dari BerAKHLAK, dan itu pula standar yang kami tegakkan di Bawaslu Lumajang,” ucapnya menutup pernyataan.
Penulis dan Foto : Ella Luma