Radheteryan: “Latsar Harus Melahirkan ASN Berkarakter, Bukan Sekadar Lulus Diklat”
|
Lumajang – Anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang sekaligus Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Radheteryan Firdiansyah, menilai pelaksanaan Latihan Dasar (Latsar) CPNS yang diikuti Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai fundamental bagi aparatur pengawas Pemilu.
Ia menegaskan, materi Core Value BerAKHLAK yang disampaikan oleh narasumber Lembaga Administrasi Negara (LAN) merupakan fondasi yang tak bisa ditawar untuk membentuk integritas ASN di Bawaslu.
“Latsar bukan sekadar proses agar CPNS berubah status menjadi PNS. Ia adalah gerbang pembentukan karakter. Dan nilai BerAKHLAK harus menjadi prinsip hidup, bukan materi hafalan,” ujar Radheteryan, menanggapi agenda pelatihan daring yang digelar pada Senin pagi (15/09/2025).
Menurutnya, lingkungan kerja Bawaslu menuntut aparatur yang matang secara moral dan emosional. Tugas pengawasan pemilu, kata dia, penuh dengan tekanan dan benturan kepentingan. ASN yang tidak berkarakter akan mudah goyah, kehilangan objektivitas, bahkan tergelincir pada kompromi-kompromi yang merusak kepercayaan publik.
“Saya ingin kedua CPNS ini tumbuh menjadi pengawas yang berani mengambil sikap, taat pada kode etik, dan setia pada kebenaran. Kompeten saja tidak cukup, mereka harus bermental kuat, independen, dan tahan uji,” ungkapnya.
Radheteryan juga mengapresiasi penekanan narasumber tentang tujuh nilai utama: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan kebutuhan kelembagaan Bawaslu yang harus tampil sebagai penjaga demokrasi yang rendah hati, disiplin, dan responsif terhadap publik.
Ke depan, ia memastikan Divisi SDMO akan terus mengawal proses pembelajaran Fais dan Nindhy melalui pembinaan, monitoring aktualisasi, hingga evaluasi kinerja pasca-Latsar.
“Latsar hanyalah permulaan. Kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa publik mempercayakan demokrasi di tangan kami. Dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga dengan karakter yang kokoh,” tuturnya.
Penulis : Ella Luma
Foto : Rere