Reza Hadi: Politik Uang Sudah Jadi Strategi Pemenangan di Lumajang
|
Lumajang - Ketua Komisi A DPRD Lumajang, Reza Hadi Kurniawan, menilai fenomena politik uang sudah menjadi rahasia umum. Menurutnya, praktik ini bukan lagi sekadar pelanggaran, melainkan bagian dari strategi pemenangan calon.
“Kalau sudah bicara strategi, pasti ada tim yang menyebar, ada logistik, macam-macam sudah disiapkan,” ujarnya dalam talkshow Jelita di Radio Suara Lumajang, Selasa (30/09/2025).
Reza menyebut politik uang mereduksi nilai demokrasi. Ia mengutip hasil survei di Jakarta, dulu uang seratus ribu bisa mempengaruhi 60 persen pemilih, kini tinggal 25 persen.
“Artinya, pemilu dan pilkada sekarang jadi festival berhadiah, bukan ajang mencari pemimpin,” katanya.
Fenomena itu, kata Reza, membuat masyarakat semakin pragmatis. Pemilih kerap menentukan pilihannya berdasarkan siapa yang memberi, bukan pada gagasan atau rekam jejak kandidat. Situasi ini menyulitkan para calon yang mencoba mengedepankan program.
“Program pembangunan, perbaikan jalan, atau kegiatan sosial yang kami jalankan bisa hilang begitu saja ketika lawan membombardir basis kami dengan uang,” katanya.
Meski menegaskan dirinya tak menggunakan praktik serupa, Reza mengaku realitas politik kerap memaksa untuk ikut dalam “aturan main” yang brutal itu. “Mau tidak mau kami harus mengimbangi. Tapi inilah evaluasi besar bagi elit partai, karena ini jelas bukan demokrasi yang kita harapkan,” pungkasnya.
Talkshow ini memunculkan refleksi, ketika pemilu dan pilkada diperlakukan sebagai ajang bagi-bagi hadiah, kualitas kepemimpinan yang lahir dari proses demokrasi tentu patut dipertanyakan. Tanpa pembenahan serius, kontestasi politik hanya akan berulang sebagai pesta tanpa makna.
Penulis & Foto : Ella Luma