Lompat ke isi utama

Berita

Rusmi Rustam: Algoritma Medsos Kendalikan Pikiran Publik, Literasi Jadi Penangkal

Rusmi

Lumajang - Algoritma media sosial kini bekerja lebih kuat daripada forum politik konvensional. “Mau aktif atau tidak di media sosial, pikiran masyarakat tetap dipengaruhi algoritma. Karena itulah literasi digital jadi sangat penting,” ungkap Rusmi Fahrizal Rustam, anggota Bawaslu Jatim, dalam sambutannya pada acara Peer Learning Volume 4 bertajuk literasi demokrasi, Kamis (25/09/2025)

Menurut Rusmi, literasi demokrasi adalah kunci agar publik tidak terseret arus informasi menyesatkan. “Masyarakat harus diajari memahami dan menganalisa informasi dari media sosial. Kalau tidak, kita akan selalu kalah oleh algoritma,” ujarnya.

Pada forum yang rutin diikuti oleh Bawalsu Lumajang tersebut, Ia menyebut literasi demokrasi sebagai bagian dari mandat Bawaslu pasca Pilkada 2024. Bukan hanya soal prosedur pemilu, tetapi juga menjaga kesadaran publik tentang demokrasi substantif.

“Kita pengawal demokrasi. Pemilu hanyalah instrumen, yang kita jaga adalah substansinya,” kata Rusmi.

Untuk itu, penguatan literasi demokrasi di Jatim dianggap penting. Tulungagung dipilih sebagai pilot project, dipimpin Dewita Hayu Shinta. Harapannya, hasil diskusi bisa memperkaya revisi UU Pemilu.

“Hasil ini harus jadi sumbangan untuk DPR, demi perbaikan demokrasi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Diinformasikan sebelumnya bahwa Bawaslu Provinsi Jawa Timur saat ini tengah melakukan penguatan kelembagaan berbasis korwil. Terdapat 8 korwil dan 8 fokus penguatan berbeda pada 8 titik tersebut dan menerapkan pola uji coba selama 3 bulan. Kedepan 8 model penguatan kelembagan ini akan diadaptasi oleh 38 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Penulis : Ella Luma

Foto : Dincs