Lompat ke isi utama

Berita

Sekretariat Bawaslu Lumajang Dorong CPNS Miliki Keteguhan Ideologi Sejak Dini

Latsar

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, menegaskan Latsar CPNS menjadi gerbang pembentukan ASN pengawas Pemilu

Lumajang – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, menilai Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS merupakan gerbang awal pembentukan karakter aparatur yang tangguh, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan. Pandangan itu ia sampaikan usai dua CPNS Bawaslu Lumajang, Muhammad Fais dan Nindhy Afriskha Indraswari, mengikuti Latsar bertema wawasan kebangsaan dan bela negara, Rabu (10/9/2025).

“Latsar bukan sekadar syarat administratif, tetapi proses pembentukan pondasi mental ASN. Mereka harus kokoh secara ideologi sebelum kuat secara teknis, karena tugas pengawasan pemilu menuntut keteguhan sikap dalam situasi yang tidak selalu mudah,” ujar Prajna.

Pelatihan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting itu menghadirkan narasumber Lembaga Administrasi Negara (LAN), Andi Kurniawan, yang menekankan bahwa ASN adalah penjaga nilai bangsa. Ia mengingatkan bahwa aparatur negara harus berdiri tegak di atas nilai konstitusi, bukan keberpihakan politik. “ASN harus menjadi teladan, menjaga wibawa negara, dan setia pada Pancasila dalam kondisi apa pun,” kata Andi.

Menurut Prajna, pesan itu relevan dengan peran ASN di tubuh Bawaslu. Ia menyebut bahwa tantangan pengawasan pemilu tidak hanya berkutat pada aturan, tetapi juga pada tekanan politik, opini publik, serta potensi intervensi. Karena itu, fondasi ideologi menjadi keharusan.

“ASN di Bawaslu harus teguh. Jika mental dan ideologinya rapuh, maka integritas pengawasan akan mudah dipatahkan oleh kepentingan jangka pendek,” ujarnya.

Fais dan Nindhy, peserta Latsar, menyampaikan antusiasme mereka setelah mengikuti sesi tersebut. Bagi mereka, materi kebangsaan memberi arah sebelum terjun penuh dalam kerja-kerja pengawasan.

“Bekal ideologi ini membuka kesadaran bahwa pengabdian bukan soal rutinitas kantor,” kata Fais. Sementara Nindhy menyebut Latsar sebagai “proses meneguhkan diri sebagai abdi negara.”

Prajna menegaskan, sekretariat akan terus mendampingi proses penguatan kapasitas CPNS tersebut hingga masa aktualisasi dan seterusnya. Ia memastikan pembinaan SDM di Bawaslu Lumajang tidak berhenti di pelatihan dasar, tetapi berkelanjutan.

“Kami ingin melahirkan ASN yang tidak hanya trampil bekerja, tetapi juga dewasa secara sikap dan konsisten menjaga marwah lembaga,” tuturnya.

Dengan selesainya sesi kebangsaan ini, CPNS Bawaslu Lumajang akan melanjutkan rangkaian pembelajaran berikutnya sebagai bagian dari pembentukan profil ASN pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan.

Penulis dan Foto : Ella Luma