Lompat ke isi utama

Berita

Soal Data Pemilih, Lubis Tegaskan Sinkronisasi Data Pemilih Tanggung Jawab Bersama

1311

Anggota Bawaslu Lumajang M. Syarifudin Lubis menyampaikan arahan pada rapat koordinasi pengelolaan data pemilih berkelanjutan di Kantor Bawaslu Lumajang, Rabu (13/11/2025).

Lumajang - Upaya menjaga keakuratan dan sinkronisasi data pemilih berkelanjutan terus dilakukan lintas instansi di Kabupaten Lumajang. Dalam rapat koordinasi dan diskusi pengelolaan data pemilih tahun 2025 yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Lumajang, Rabu (13/11/2025), Anggota Bawaslu Lumajang M. Syarifudin Lubis menegaskan bahwa sikronisasi data pemilih ini adalah tanggungjawab bersama.

Sementara itu, perwakilan dari  Kemenag Lumajang, Iwan Junaidi, menyoroti potensi duplikasi data antara madrasah dan pesantren.

“Di Kemenag, data yang kami kelola tidak hanya berasal dari Madrasah Aliyah, tetapi juga dari pesantren. Ada kemungkinan satu orang tercatat di dua lembaga sekaligus, misalnya di Madrasah Aliyah Negeri dan di pesantren yang memiliki lembaga pendidikan setingkat MA,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah awal yang akan dilakukan pihaknya adalah berkoordinasi dengan pimpinan agar proses pencocokan data bisa dilakukan sebelum diserahkan ke Bawaslu dan KPU.

“Kami akan memastikan data Madrasah Aliyah, khususnya yang berada di bawah naungan pesantren, bisa dicocokkan terlebih dahulu agar tidak terjadi duplikasi. Saat ini, terdapat 72 Madrasah Aliyah di Lumajang yang perlu diverifikasi,” jelas Iwan.

Dari unsur TNI, perwakilan Kodim 0821 Lumajang, Kasi Intel Dwi Wawan, turut melaporkan dinamika data personel yang terus berubah setiap bulan.

“Hampir setiap bulan ada anggota yang memasuki masa pensiun. Untuk perwira di usia 58 tahun, dan bintara serta tamtama di usia 55 tahun,” katanya.

Ia menyampaikan, data terkini dari Kodim akan segera diserahkan kepada pihak Bawaslu untuk proses sinkronisasi.

“Ada sekitar 20 orang anggota, baik TNI maupun ASN di lingkungan Kodim 0821 Lumajang, yang memasuki masa pensiun. Data ini akan kami sampaikan langsung kepada Bawaslu,” tambahnya.

Sementara itu, dari unsur Polri, perwakilan Satuan Intel Polres Lumajang, Alda, menyampaikan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk memperbarui data personel secara berkala.

“Data anggota Polri, baik yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purna, akan terus kami perbarui. Pesan dari pimpinan kami, Bapak Kasat Intel, adalah untuk selalu mendukung langkah KPU dan Bawaslu dalam menjaga validitas data pemilih,” ujarnya.

Rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Bawaslu Lumajang ini menjadi ruang penting bagi seluruh lembaga untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan tidak ada celah dalam pendataan pemilih. Ketua Bawaslu Lumajang, Lutfiati, dalam sambutannya menegaskan bahwa diskusi lintas sektor ini adalah upaya nyata menjaga kualitas demokrasi dari hulu, yakni dari data pemilih yang valid dan terpercaya.

“Dengan duduk bersama seperti ini, kita bisa menemukan akar masalah dan solusi bersama. Data pemilih yang akurat adalah fondasi utama bagi pemilu yang berintegritas,” tegasnya.

Penulis : Ella Luma
Foto : Din's