Tiga CPNS dan Sepuluh PPPK Baru Perkuat Barisan Bawaslu Lumajang
|
Lumajang - Angin baru berembus di tubuh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lumajang. Setelah resmi bergabungnya tiga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan sepuluh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), lembaga pengawas Pemilu ini bersiap menata kekuatan baru di bidang sumber daya manusia.
Plt Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lumajang, Prajna Eka Puspitasari, menyebut kehadiran para pegawai baru ini sebagai momentum penting bagi lembaganya, bukan sekadar penambahan personel, melainkan langkah strategis menuju kemandirian satuan kerja (satker).
“Tiga CPNS dan sepuluh PPPK ini bukan hanya angka, tapi simbol penguatan kapasitas kelembagaan. Dengan bertambahnya sumber daya manusia yang berstatus ASN, Bawaslu Lumajang semakin siap bertransformasi menjadi satuan kerja mandiri,” ujar Prajna, Minggu (17/08/2025).
Menurutnya, formasi baru ini menjadi penopang penting bagi efektivitas kelembagaan di masa depan. Pasalnya, selama ini Bawaslu Lumajang masih mengandalkan sistem pendukung kerja yang terbatas, baik dari sisi administrasi maupun pengelolaan keuangan.
“Kami percaya, dengan barisan SDM baru yang kompeten dan berdedikasi, roda kelembagaan akan bergerak lebih efisien dan profesional. Ini bukan hanya tentang menambah tenaga, tetapi memperkuat fondasi lembaga dari dalam,” tambahnya.
Prajna tak menampik bahwa proses menuju satuan kerja penuh menuntut kesiapan di banyak lini, mulai dari tata kelola administrasi, kedisiplinan ASN, hingga penguatan sistem pengawasan internal. Namun, ia optimistis dengan komposisi personel baru ini, Bawaslu Lumajang mampu melangkah ke arah yang lebih matang.
“Kita tidak bisa bicara kelembagaan yang kuat tanpa SDM yang solid. ASN di sini harus menjadi motor penggerak budaya kerja baru: lebih tertib, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.
Dalam arahannya kepada para CPNS dan PPPK yang baru, Prajna juga menekankan pentingnya loyalitas terhadap lembaga dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia berharap, semangat baru yang dibawa para pegawai ini menjadi bahan bakar untuk memperkuat posisi Bawaslu Lumajang di tengah dinamika demokrasi lokal.
“Kami ingin setiap orang di sini bekerja bukan sekadar karena tugas, tapi karena panggilan untuk menjaga integritas Pemilu. Kalau itu tertanam, maka perubahan kelembagaan bukan sekadar wacana, tapi nyata,” tuturnya.
Langkah penguatan SDM ini sejalan dengan arah kebijakan Bawaslu Republik Indonesia, yang tengah mendorong konsolidasi kelembagaan di tingkat daerah menuju satuan kerja mandiri.
Dengan komposisi baru ini, Bawaslu Lumajang menatap tahun 2025 dengan percaya diri menyiapkan diri bukan hanya sebagai pelaksana pengawasan Pemilu, tetapi sebagai lembaga publik yang kokoh, profesional, dan siap menjadi contoh tata kelola pemerintahan yang bersih di daerah.
Penulis : Ella Luma
Foto : Rere