Lompat ke isi utama

Berita

Tiga Karakter Pemuda dari Lumajang: Pelopor, Pelangsung, dan Penyempurna

upacara

Dalam balutan suasana khidmat upacara peringatan Sumpah Pemuda, Radheryan Firdiyansyah, anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang

Lumajang - Dalam balutan suasana khidmat upacara peringatan Sumpah Pemuda, Radheryan Firdiyansyah, anggota Bawaslu Kabupaten Lumajang, menyeru pentingnya kembali meneladani api perjuangan para pemuda 1928. Baginya, nilai-nilai Sumpah Pemuda bukan sekadar teks sejarah, melainkan panduan moral yang relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Para pemuda 1928 membangun pondasi kesatuan bangsa yang kokoh. Tugas kita hari ini adalah memastikan pondasi itu tetap kuat dan mampu menahan guncangan zaman,” ucap Radheryan dalam amanat upacara, Senin (28/10/2025).

Ia menekankan tiga karakter penting yang harus melekat pada setiap pemuda Indonesia yakni pelopor, pelangsung, dan penyempurna. Sebagai pelopor, kata dia, pemuda harus berani melahirkan ide-ide segar untuk mengisi kemerdekaan.

Sebagai pelangsung, menjaga cita-cita para pendahulu adalah keniscayaan. Dan sebagai penyempurna, mereka wajib memperbaiki segala kekurangan yang masih membelit bangsa.

Radheryan juga mengingatkan bahwa bentuk penjajahan masa kini berbeda rupa tak lagi kasat mata, tapi mengakar dalam aspek ekonomi, pendidikan, dan sosial.

“Penjajah-penjajah itu masih ada. Mereka hadir dalam bentuk kesenjangan, ketidakadilan, dan kemalasan berpikir,” ujarnya dengan nada reflektif.
Ia menutup sambutannya dengan seruan yang menggema di antara peserta upacara.

“Jika ditanya berapa jumlah kita, jawabannya hanya satu, satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa Indonesia.”

Upacara Sumpah Pemuda di Bawaslu Lumajang pagi itu menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia berubah menjadi ruang renungan tentang makna menjadi pemuda di era digital generasi yang bukan hanya mengingat sejarah, tapi juga menulis babak baru dalam perjalanan demokrasi bangsa.

Penulis : Ella Luma

Foto : Dincs