Uji Petik di Jatisari-Tempeh, Lutfiati Temukan Puluhan Pemilih Meninggal Belum Terdata KPU
|
Lumajang – Puluhan warga meninggal yang datanya belum masuk ke KPU ditemukan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang, Lutfiati, saat memimpin uji petik pengawasan Penyusunan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, Jumat (7/11/2025). Bersama tim, ia menelusuri Desa Jatisari dan Tempeh Tengah, memeriksa langsung akurasi data lapangan yang menjadi dasar hak pilih warga dalam kontestasi demokrasi mendatang.
Temuan awal mengemuka sejak tim memasuki Desa Jatisari. Dalam rentang Agustus hingga Oktober 2025, sejumlah warga yang telah meninggal tidak tercatat dalam data KPU Kabupaten Lumajang. Daftar itu tidak pendek, mulai dari Sutindah, Subur Efendi, Saturin, Khotimah, Sumartik, Siamin, Miskat, Jahuri, Sunoto, Mulyati, Bandi, Falenctina, Agung Prasityo, Yut Choiratun, Dullah, hingga Suwati. Semuanya tercatat berpulang, namun tak terhapus dari daftar pemilih versi KPU.
“Ketidaksesuaian data seperti ini bisa membuka ruang masalah pada tahapan berikutnya. Kita harus pastikan data pemilih benar-benar bersih sejak sekarang,” ujar Lutfiati dalam pengecekan di balai desa.
Tak hanya soal data kematian, tim Bawaslu juga menelusuri pemilih baru, warga yang telah genap berusia 17 tahun. Salah satunya Muhammad Anggun Abbassiyah Shufi Nu’aim Auliyah. Saat didatangi ke rumahnya, pemuda itu sedang bersekolah. Hanya sang nenek yang ditemui, namun ia menunjukkan Kartu Keluarga yang memastikan usia Muhammad sudah sesuai untuk masuk dalam daftar pemilih.
Namun pekerjaan tak pernah sesederhana terlihat. Lutfiati mengakui kendala klasik kembali muncul di Desa Jatisari. Keluarga yang anggota keluarganya meninggal tidak segera mengurus akta kematian ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang. Akibatnya, data desa dan data KPU tidak berjalan beriringan.
“Masalahnya bukan sekadar administrasi. Ini menyangkut hak pilih dan integritas data pemilih. Semua pihak perlu disiplin melaporkan peristiwa kependudukan,” kata Lutfiati.
Uji petik di Tempeh ini menjadi penanda keseriusan Bawaslu Lumajang memperketat pengawasan PDPB. Langkah verifikasi lapangan diharapkan menutup celah ketidaksesuaian data, memastikan daftar pemilih 2025–2029 lebih akurat, dan menjadi fondasi awal kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Lumajang.
Penulis : Ella Luma
Foto : Fais