Lompat ke isi utama

Berita

Uji Petik Melesat, Bawaslu Lumajang Kian Tajam Awasi Data Pemilih

0411

Bawaslu Lumajang catat capaian pengawasan PDPB Oktober melampaui target sebagai wujud komitmen menjaga akurasi data pemilih menuju Pemilu berintegritas.

Lumajang - Di tengah upaya menjaga akurasi data pemilih menjelang tahun politik 2025, Bawaslu Kabupaten Lumajang mencatat capaian signifikan dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Hasil uji petik pengawasan yang dilakukan sepanjang Oktober menunjukkan peningkatan tajam dibanding bulan sebelumnya, bahkan telah melampaui target yang ditetapkan.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Lumajang, M. Syarifudin Lubis, dalam Rapat Evaluasi Pengawasan PDPB Bulan Oktober yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Senin (3/11/2025).

Dalam laporannya, Lubis merinci capaian pengawasan yang berhasil dikumpulkan timnya, A.DPB-4 dengan target 15 laporan terealisasi 33 laporan, A.DPB-6 dari target 15 laporan menjadi 33 laporan, dan A.DPB-8 dengan target 30 laporan mencapai 40 laporan.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa pengawasan kita semakin tajam dan solid di lapangan. Tapi kita juga harus jujur, persoalan data belum benar-benar usai,” ujar Lubis dalam rapat evaluasi tersebut.

Ia menjelaskan, sejak awal Oktober pihaknya telah memetakan wilayah dan membagi tim untuk melakukan uji petik secara berkala pada triwulan IV tahun 2025. Upaya itu dilakukan untuk memastikan data pemilih yang masuk dalam daftar berkelanjutan benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Namun, pengawasan yang ketat bukan berarti tanpa temuan.

“Meski dilakukan secara berkesinambungan, faktanya di lapangan kami masih menemukan data yang tidak sesuai, mulai dari pemilih ganda, data pemilih meninggal yang belum diperbarui, hingga perubahan status domisili yang belum tercatat,” ungkap Lubis.

Menurutnya, temuan-temuan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran penyelenggara Pemilu di tingkat daerah untuk memperkuat koordinasi dengan KPU dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

“Kunci dari validitas data pemilih adalah sinergi. Tanpa kolaborasi lintas lembaga, kerja pengawasan hanya akan jadi rutinitas administratif,” tambahnya.

Bawaslu Lumajang berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pengawasan partisipatif, memastikan setiap warga yang berhak memilih tercatat, dan setiap data pemilih yang tidak memenuhi syarat segera diperbaiki.

Dengan capaian uji petik yang melampaui target, Bawaslu Lumajang menunjukkan keseriusannya menjaga kualitas daftar pemilih sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan berintegritas.

Penulis : Ella Luma
Foto :  Hady